Kisah Guru di Pedalaman Papua, Pernah Kelaparan hingga Jalan Kaki 7 Km untuk Cari Bahan Makanan

Pengabdian para guru yang mengajar di pedalaman Papua belum mendapat penghargaan yang setimpal dari sisi kesejahteraan.

Kisah Guru di Pedalaman Papua, Pernah Kelaparan hingga Jalan Kaki 7 Km untuk Cari Bahan Makanan
KOMPAS.COM/IRSUL PANCA ADITRA
Kondisi anak-anak di Kampung Kaibusene, Mappi, Papua. 

"Di sekolah kita kasih makan anak murid, program itu dari uang gaji, kita anggap itu perpuluhan kita, kita masak sendiri, kita masak ala kadarnya," ucap Diana.

Kapolda Papua Bicara soal Keberadaan KKB di Sekitar Freeport, Berulah karena Motif Ekonomi

Siswa mulai bisa membaca

Meski kondisi demikian, Diana dan rekannya tidak menyerah dan kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Diana yang lahir di Dili, 12 Februari 1996, mengaku ingin bertahan karena melihat semangat belajar yang ditunjukkan muridnya. 

"Mereka 70 persen sudah bisa membaca, hanya yang baru datang dari hutan itu yang nereka harus dilatih lagi," tuturnya.

Karena itu, ia berharap dengan terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bisa membawa perubahan bagi dunia pendidikan di Papua, khususnya untuk wilayah pedalaman.

Guru di Pedalaman Papua Kirim Surat ke Nadiem Makarim: Tak Ada Seragam, Meja, dan Bangku Layak Pakai

Diana juga menyoroti tentang ambruknya sekolah di Pulau Jawa yang kemudian direspons cepat oleh pemerintah.

Situasi tersebut, kata dia, banyak terjadi di pedalaman Papua, namun kurang mendapat perhatian.

(Kompas.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Guru di Pedalaman Papua, Gaji Habis Beli Air dan Minyak Tanah

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved