Brimop Masih Jaga Papua Pascakerusuhan, Instruksi Penarikan Tunggu Kapolri Idham Azis

Wakil Komandan Korps Brimob Brigjen (Pol) Abdul Rakhman Baso menyebut, penarikan pasukan gabungan TNI-Polri di Papua menunggu perintah Kapolri.

(KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA)
Wakil Komandan Korps (Wadankor) Brimob, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso (kiri) tengah memberikan keterangan dalam HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Wakil Komandan Korps Brimob Brigjen (Pol) Abdul Rakhman Baso menyebut, penarikan pasukan gabungan TNI-Polri di Papua menunggu perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dalam pasukan gabungan tersebut, sebagian di antaranya berasal dari Korps Brimob Polri.

Ini Tiga Titik Rawan di Papua yang Diwaspadai TNI Jelang HUT OPM: Biasa Jadi Basis Mereka

"( Penarikan pasukan) sampai ada perintah dari Pak Kapolri, sampai benar-benar kondusif," ujar Rakhman di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Rakhman mengatakan, personel Brimob bertugas menjaga di sejumlah wilayah Polsek dan Polres yang dianggap rawan.

Sejauh ini, belum ada perintah penarikan maupun penambahan pasukan. Brimob hanya menerima perintah agar pasukan tetap siap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Rakhman mengatakan, keberadaan pasukan Brimob di Papua bahkan akan disiagakan bukan hanya untuk persiapan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.

Namun juga untuk agenda nasional lainnya yang diselenggarakan di Papua

"Apalagi di sana menjelang PON 2020. Bisa sampai menjelang PON 2020 karena itu untuk cipta kondisi situasi menjelang PON Papua," kata dia.

Kemenpora Pastikan Papua Jadi Tuan Rumah Pekan Paralimpik Nasional 2020

Kehadiran pasukan gabungan itu merupakan salah satu strategi untuk menciptakan situasi di Papua agar tetap aman, tertib dan kondusif.

Diketahui, kehadiran pasukan gabungan itu setelah terjadinya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved