Reaksi Menteri BUMN Erick Thohir soal Staf Krakatau Steel Ditangkap Densus 88: Tak Lagi Bagian BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan terduga teroris bukan lagi bagian dari BUMN.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengusaha Erick Thohir memberikan keterangan sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan terduga teroris bukan lagi bagian dari BUMN.

Hal itu dinilai sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Erick bilang kejahatan terorisme merupakan kejahatan yang menimbulkan kerusakan dan korban.

Kekhawatiran jika Ahok Jadi Bos BUMN dan Tetap Diparpol, Pengamat Kebijakan Publik: Tak Bisa Ditawar

"Apabila secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror, maka serta merta orang tersebut bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN," ujar Erick dalam keterangan resmi, Jumat (15/11).

Erick menegaskan tindakan terorisme merupakan musuh bagi setiap orang. Dia memberikan dukungan bagi aparat keamanan untuk memberantas terorisme.

"Saya mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme, dimanapun itu," terang Erick.

Asal tahu saja sebelumnya Densus 88 meringkus salah satu pelaku terorisme di Cilegon, Banten.

Terduga teroris tersebut disinyalir merupakan karyawan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

PT Krakatau Steel (persero) Tbk (KRAS) memberikan tanggapan terkait kabar salah satu petingginya ditangkap Densus 88. Manajemen membantah bahwa terjadi penangkapan terhadap petinggi perusahaan.

Kepastian Ahok Masuk Jajaran Pimpinan BUMN akan Diumukan Awal Desember, Ini Kata Erick Thohir

Pria Utama, Sekretaris Perusahaan KRAS menyampaikan bahwa yang ditangkap Densus 88 adalah staf setingkat supervisor. Yang bersangkutan bukan merupakan petinggi atau level manajemen di Krakatau Steel.

"Atas berita penangkapan tersebut, segenap manajemen PT Krakatau Steel (persero) Tbk tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (14/11).

Manajemen juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan aparatur hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia.

(Kontan.id/ Andy Dwijayanto)

Artikel ini telah tayang di Kontan.id dengan judul Erick Thohir menegaskan teroris bukan bagian dari BUMN dan Krakatau Steel benarkan salah satu stafnya ditangkap Densus 88

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved