Sepekan Diintai Akhirnya Mantan Dirut PT Igas Ditangkap seusai Korupsi Rp 25 Miliar, Buron 8 Tahun

Daniel Sunarya Kuswandi (64), mantan Direktur Utama PT Iglas (Persero), diamankan tim jaksa di Jakarta Jumat (15/11/2019) setelah 8 tahun buron.

(KOMPAS.com/NURSITA SARI)
Ilustrasi polisi 

TRIBUNPAPUA.COM - Daniel Sunarya Kuswandi (64), mantan Direktur Utama PT Iglas (Persero), diamankan tim jaksa di Jakarta Jumat (15/11/2019) kemarin, setelah 8 tahun buron.

Dia ditangkap untuk menjalani vonis Mahkamah Agung atas perkara korupsi Rp 25 miliar.

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017). ((KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG))

Komnas HAM Soroti Usulan Wajib Punya Sertifikat untuk Menikah di Tahun 2020: Tujuannya Harus Jelas

Kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Richard Marpaung, Daniel diamankan tim gabungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Agung di Cilandak Jakarta.

"Jumat malam kemarin sudah dibawa ke Surabaya untuk diperiksa dan menjalani hukuman," kata Richard saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/11/2019) pagi.

Tim gabungan, kata dia, sebenarnya sudah mengintai keberadaan Daniel sejak sepekan terakhir.

"Yang bersangkutan sempat berpindah-pindah tempat tinggal, terakhir diamankan di kawasan Cilandak," ujar dia.

Vonis Mahkamah Agung atas perkara Daniel diketok pada 2011.

Daniel dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dan melanggar Pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi.

Dukung Jokowi Bersihkan Jaksa Nakal, Jaksa Agung: Kalau Tidak Bisa, Biar Saya yang Binasakan

Mahkamah Agung menghukum Daniel dengan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsidair enam bulan kurungan.

Daniel juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13,983 miliar subsidair dua tahun kurungan.

Dugaan korupsi Daniel saat menjabat Dirut PT Iglas (Persero) diproses pada 2006.

Dugaan korupsi dideteksi dari tidak tercapainya realisasi target penjualan perusahaan negara yang berkantor di Surabaya itu berupa botol gelas.

Bekerjasama dengan PT Indoglas sebagai agen pemasaran tunggal, kerja sama tersebut mematok target penjualan Rp 327 miliar dalam lima tahun.

Kenyataannya, capaian terealisasi hanya Rp 27.20 miliar, sehingga diduga negara dirugikan Rp 25,534 miliar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved