Beri Alasan Sederhana, Rizal Ramli Jelaskan Tolak Ahok di BUMN: Ini Menyangkut Hajat Orang Banyak

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli kekeuh tak setuju diangkatnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai petinggi BUMN.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli berbincang dengan awak Tribunnews.com terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru di Kantor Redaksi Tribun Network, di Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli kekeuh tak setuju diangkatnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai petinggi BUMN.

Rizal Ramli menolak Ahok menjadi bos BUMN meski sudah mendapat penjelasan dari Staf Khusus BUMN, Arya Sinulingga.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Talk Show tvOne pada Sabtu (16/9/2019), Rizal Ramli menilai ungkapan positif Arya Sinulingga terhadap Ahok lantaran telah menjadi pejabat.

Kata Mahfud MD soal Ahok yang Mantan Napi di BUMN: Napi Boleh Jadi Pejabat Publik, kalau Dipilih

"Sahabat saya ini kan, adek saya ini kan sudah jadi pejabat ngomong yang baguslah," ujar Rizal Ramli.

Lantas, Rizal Ramli kembali mengungkapkan kasus-kasus yang dianggap belum tuntas ditangani Ahok.

Termasuk kasus uang dalam pembelian Sumber Waras.

"Tapi sederhana saja, Ahok banyak kasus hukum kok, kasus pembelian Bus dari Tiongkok, kasus Sumber Waras, Ibu Kartini Mulyadi bilang 'saya hanya terima' 400 miliar, 300 miliar nya lagi nggak jelas."

"Jadi dia bukan contoh dari Good Governance (pemerintahan yang baik)," ungkapnya.

Selain itu, Rizal Ramli kemudian menyinggung kebijakan Ahok yang tak jauh beda dengan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto yakni soal On Budgetting.

"Yang kedua mengumpulkan dana-dana on budget yang sebetulnya dilarang oleh undang-undang dulu kebiasaan zaman Soeharto."

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved