Breaking News:

3 Beda Pendapat Polisi dengan Keluarga soal Perlakuan ke Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Enam tersangka kasus pengibaran bendera Bintang Kejora ditangkap polisi saat unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta pada 28 Agustus lalu.

(Dokumentasi Polda Metro Jaya)
enam tersangka dalam kasus pengibaran bendera bintang kejora yang ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jakarta Barat 

Sebab bertentangan dengan Pasal 75 Peraturan Kapolri (Perkap) Manajemen Penyidikan Tindak Pidana yang mengatur proses penyerahan tersangka barang bukti.

“Emangnya kucing dipindahkan begitu aja ke Kejari. Harusnya ada surat-surat dong kalau mau dipindahkan, tidak bisa asal dipindahkan saja,” katanya.

2. Sakit saat dilimpahkan

Perbedaan pernyatan keluarga dengan polisi juga terlihat ketika Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dwiasi Wijayaputera menyatakan bahwa keenam tersangka dalam keadaan sehat.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh keluarga Dano Tabuni, Yumilda Kaciana.

Ia mengaku, enam tersangka itu kondisinya tidak sehat dan masih dalam perawatan.

“Saya ingin membantah bahwa keenam orang keluarga kami dinyatakan sehat, padahal sampai detik ini keluarga kami sakit,” ujar Yumilda saat ditemui di LBH Jakarta Pusat.

Yumilda menjelaskan bahwa Surya Anta masih mengalami infeksi di telinga sebelah kanan.

Dituduh Halangi Kuasa Hukum Bertemu Tersangka Pengibar Bintang Kejora, Ini Pembelaan Polisi

Kemudian, untuk tersangka Ambrosius Mulait disebut tengah sakit gigi. Pihak kepolisian malah mencabut gigi Ambrosius padahal ia meminta dokter untuk menambalnya.

Untuk Dano Tabuni, Yumilda mengungkapkan ada benjolan di dahi sebelah kirinya.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved