ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Pengamat Tanggapi Ucapan Tito Karnavian soal OTT Bukan Prestasi: Saling Memangsa Satu Sama Lain

Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia Sulthan Muhammad Yus menilai, peryataan Tito Karnavian soal OTT kepala daerah bukan prestasi hebat.

(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju dan kepala badan setingkat menteri. 

TRIBUNPAPUA.COM - Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia Sulthan Muhammad Yus menilai, peryataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal OTT kepala daerah bukan prestasi hebat perlu dipelajari secara detail.

"Perilaku korupsi para kepala daerah ini bagi Tito salah satu faktornya dikarenakan terjebak pada sistem pengisian kepala daerah yang membutuhkan biaya besar," ujar Sulthan saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (20/11/2019).

Sulthan memandang, pernyataan Tito karnavian ini sekilas seperti menyalahkan situasi.

Bantah Revisi UU KPK Dilakukan Sembunyi-sembunyi, Arteria Dahlan: Itu Opini Menyesatkan

Namun, jika diperhatikan secara mendalam kalimat tersebut benar adanya.

Ia melihat ada upaya menyederhanakan dan evaluasi dari sistem pengisian jabatan politik terutama kepala daerah.

"Pola pikir sebab akibat diterapkan guna melihat persoalan secara jeli agar benang kusut perilaku koruptif itu dapat diurai secepat mungkin," tambahnya.

Di sisi lain, semua pihak sering mendengar bahwa kejahatan itu datang bukan hanya ada niat tetapi juga kesempatan.

Ditambah situasi dan keadaan yang memaksa agar para kepala daerah melakukan praktek korupsi.

Terlebih, kata Sulthan, biaya politik yang terbilang tinggi menjadi salah satu faktor perilaku korupsi.

Selain itu, tambah Sulthan, rendahnya fungsi pendidikan politik bagi masyarakat yang dilakukan oleh partai politik berakibat pada dominasi pola pikir transaksional di masyarakat.

Ustaz Abdul Somad Dipanggil ke Gedung KPK, Pakai Baju Koko Putih dan Kopiah di Kepala

Partai politik datang dikala pemilu sudah dekat lalu menghilang hingga pemilu yang akan datang kembali.

Pola interaksi partai politik dengan konstituen model begitu justru menyuburkan transaksi politik itu sendiri.

Ujung-ujungnya 'money talk'.

"Saya menyebut situasi begini dengan politik rantai makanan yang saling memangsa satu sama lainnya," paparnya.

Ia juga meminta perlunya mewaspadai jangan sampai pernyataan mendagri ini mengarah pada pengembalian pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved