Soal Ada Masyarakat yang Tolak Pemekaran Papua, Irma Suryani: Presiden Tak Bisa Puaskan Semuanya

Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, menilai wajar jika ada penolakan dari masyarakat Papua terkait ide pemekaran Provinsi Papua.

Soal Ada Masyarakat yang Tolak Pemekaran Papua, Irma Suryani: Presiden Tak Bisa Puaskan Semuanya
(Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)
Youtube Kompas TV Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago. 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, menilai wajar jika ada penolakan dari masyarakat Papua terkait ide pemekaran Provinsi Papua.

Hal tersebut ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa Trans 7, Rabu (20/11/2019).

Soal Pemekaran Papua Selatan, Wabup Asmat: Ini Aspirasi Lama yang Akhirnya Dapat Titik Terang

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian menyebutkan ada dua aspirasi yang masuk untuk pemekaran wilayah Papua, yakni di kawasan Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (31/10/2019), perwakilan ratusan suku di Papua merasa tak pernah mengusulkan atau dilibatkan oleh pemerintah pusat dalam perencanaan tersebut.

Irma Suryani Chaniago mengatakan, wajar jika ada sebagian masyarakat Papua yang tidak menyetujui ide pemekaran tersebut.

"Kalau kemudian dikatakan ada sebagian dari masyarakat di Papua yang katanya menolak, saya kira itu hal-hal wajar saja," ujarnya, dikutip dari tayangan YouTube Najwa Shihab.

Menurutnya, demi kesejahteraan dan pemerataan di Papua, langkah dari pemerintah ke depannya perlu didukung.

"Presiden kan tidak bisa memuaskan semua masyarakat, yang menerima atau menolak, namun demi kesejahteraan di Papua, demi pemerataan juga di Papua, kenapa tidak," ungkapnya.

Irma menambahkan, langkah baik dari pemerintah tidak harus selalu ditolak dan dinilai buruk.

Beredar Isu Adanya Demo di Freeport Jelang HUT OPM, Kapolda: Papua Tak Boleh Dijadikan Ajang Konflik

"Tidak boleh juga kita defense (pertahanan) untuk mengatakan bahwa hal-hal baik yang dikatakan oleh pemerintah itu selalu kita hajar," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved