Breaking News:

Fahri Hamzah Tanggapi Penunjukan 7 Staff Khusus Presiden: Hati-hati Ada Jebakan Digital Orientation

Fahri Hamzah mengkritisi tujuh Staf Khusus Pemerintah yang baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bukan orang yang tepat.

TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Joko Widodo memperkenalkan staf khusus barunya yang berasal dari kalangan milenial CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra (kiri), Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (dua kiri), Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (tiga kiri), peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar (empat kanan), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (tiga kanan), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (dua kanan), dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma'ruf (kanan) di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Tugas yang diberikan Presiden pada stafsus milenialnya adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang sesuai dengan keahliannya masing-masing. 

TRIBUNPAPUA.COM - Fahri Hamzah mengkritisi tujuh Staf Khusus Pemerintah yang baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bukan orang yang tepat.

Wakil Ketua sekaligus pendiri Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia itu membaca Jokowi tengah menunjuk duta yang bisa dijadikan etalase atau contoh orang sukses kepada masyarakat.

Sosok Risa Santoso, Rektor Muda Usia 27 Tahun, Lulusan Harvard dan Pernah Jadi Staff Kepresidenan

"Pak Jokowi mungkin menganggap ini adalah etalase, orang yang mau ditunjukkan kepada masyarakat, ini lho contoh orang-orang sukses kan kira-kira gitu," ujar Fahri selepas deklarasi dan pelantikan pengurus Dewan Pimpiman Wilayah (DPW) Gelora Banten, di Lemo Hotel, Jalan Raya Legok, Kelapa Dua, Kabupaten, Minggu (24/11/2019).

Fahri menganggap tujuh anak muda para staf khusus itu adalah orang yang berhasil di bidang teknologi.

"Tapi saya bilang hati-hati, karena itu ada jebakan digital orientation gitu, jadi seolah-olah yang menang itu yang bisa bikin aplikasi," ujarnya.

Namun bagi mantan Ketua DPR RI itu, seharusnya Presiden Jokowi menunjuk orang-orang yang bergerak di sektor riil, seperti petani dan peternak.

"Padahal kita ini lebih memerlukan petani yang ulung, industrialis, peternak, orang-orang yang bekerja di sektor riil. Itu yang harus menjadi contoh," ujarnya.

Meski begitu, Fahri tetap menghormati kebijakan orang nomor satu di Indonesia iti dalam memilih orang-orang di belakangnya.

"Sebab kita ini kalau kebanyakan app tapi kurang produksi, nanti malah barang orang lain masuk ke kita, bukan kita menjual barang kita ke luar," jelasnya.

"Enggak masalah itu hak presiden kok," tutup mantan politikus PKS itu.

Pendapat Refly Harun

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved