Breaking News:

Pemekaran Papua

Majelis Rakyat Papua: Hari Ini Pemekaran Diramaikan oleh Para Elit, Bukan Orang di Level Akar Rumput

Majelis Rakyat Papua (MRP) menilai, pemekaran wilayah tidak lebih unggul dibandingkan dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sebelumnya dilakukan.

Editor: Astini Mega Sari
KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI
Ketua MRP Timotius Murib (kiri) 

"Saya pada posisi mendengar lho. Saya pada posisi mendengar."

"Bukan saya menawarkan atau saya memerintahkan. Enggak," tegas dia.

Hal ini disampaikan Jokowi menanggapi Majelis Rakyat Papua (MRP) yang menolak pemekaran.

Jokowi menegaskan bahwa rencana pemerintah memekarkan wilayah Papua juga masih dalam kajian.

Bupati Pegunungan Bintang Nilai Pemekaran Provinsi Papua Selatan Jadi Solusi Percepat Pembangunan

Ini sesuai janjinya saat bertemu masyarakat.

"Jawaban saya saat itu adalah akan saya tindaklanjuti dengan kajian-kajian, dengan kalkukasi yang matang," ucap Jokowi.

Jokowi pun menegaskan bahwa kebijakan pemerintah melakukan moratorium pemekaran masih berlaku bagi seluruh daerah, termasuk Papua.

Kebijakan moratorium itu tak akan berubah sampai kajian terkait pemekaran wilayah Papua selesai dan keputusan diambil.

Selama keputusan belum dibuat, Jokowi mengaku selalu terbuka dengan semua pendapat.

Sebut Pemekaran Papua dari Awal Sudah Salah Kaprah, Ini Kata Wagub Papua Klemen Tinal

"Dalam sebuah negara besar apalagi dalam forum besar seperti di Papua, ya dalam negara demokrasi ini perbedaan-perbedaan kan biasa. Tapi yang paling penting, apa yang baik buat negara akan saya putuskan," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved