Breaking News:

Jokowi Angkat Bicara soal Berikan Grasi ke Terpidana Korupsi Annas Maamun: Sakit-sakitan Terus

Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya memberi grasi untuk Annas Maamun, terpidana kasus korupsi alih fungsi lahan di Provinsi Riau.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakuy kaget dengan apa yang dilakukan Jokowi.

Apalagi KPK merupakan lembaga yang menangani kasus tersebut.

"Kami cukup kaget ketika mendengar Informasi pemberian grasi terhadap Annas Maamun yang justru terlibat dalam sejumlah perkara korupsi yang ditangani KPK," kata Febri Diansyah, Selasa (26/11/2019).

Ia juga terkejut karena juga kasus korupsi yang dilakukan Annas berkaitan dengan sektor kehutanan.

Kasus tersebut suap untuk perubahan kawasan bukan hutan untuk kebutuhan perkebunan sawit.

Dan kerusakan di sektor kehutanan memiliki dampak yang sangat luas.

 Ini Penjelasan Direktur Jenderal Imigrasi soal Pencekalan dan Paspor Habib Rizieq

"Korupsi yang terjadi di sektor kehutanan memiliki akibat yang lebih besar terhadap hutan itu sendiri, lingkungan dan kepentingan publik untuk lingkungan yang sehat," ujar Febri.

Sedangkan KPK telah menerima surat dari LP Sulamiskin tempat Annas ditahan.

Surat tersebut berisi permintaan agar KPK melaksanakan keputusan presiden terkait grasi terhadap Annas Maamun.

Febri menuturkan pihaknya akan mempelajari lebih lanjut surat tersebut.

"Dengan tetap menghargai kewenangan Presiden memberikan pengampunan (grasi) terhadap terpidana kasus korupsi Saudara Annas Maamun dalam perkara ini, KPK akan mempelajari surat yang dikirim oleh Lapas Sukamiskin tersebut," kata Febri.

3. Komisi III Ikut Pertanyakan

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mempertanyakan alasan Jokowi memberikan potongan masa tahanan.

Ia menilai ada unsur politis di balik langkah Presiden.

Politisi Partai Gerindra ini menilai apa yang diberikan Jokowi bertentangan dengan komitmen dalam pemberantasan korupsi.

"Nah kalau ini tidak logis, ada unsur politik dan macam-macam, itu menurut saya ini (grasi) tidak layak gitu loh," kata Desmond saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/11/2019).

 Kata Dirjen Imigrasi soal Sanksi jika Surat Pencekalan Rizieq Shihab Ternyata Palsu

Dirinya menilai hal ini tak jelas dan pemerintrah menunjukkan tak sensitif dalam kasus korupsi.

"Yang paling pasti bahwa, kalau ini diberikan sesuatu yang dengan tidak ada parameter yang jelas, sakit dan macam-macam, itu berarti pemerintah ini tidak sensitif dengan pemberantasan korupsi," sambungnya.

Sedangkan alasan tersangka sakit, Desmond tak mempermasalahkan.

"Kalau alasan sakit dan memenuhi syarat, ya enggak masalah, grasi bisa lebih dari satu tahun. Kalau memang itu logis," ucapnya.

Ia menuturkan akan melakukan koordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly terkait pemberian grasi tersebut pada rapat kerja, Kamis (28/11/2019) mendatang.

(Kompas.com/ Ihsanuddin) (TribunPapua.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi soal Grasi untuk Koruptor Annas Maamun: Umurnya Sudah Uzur, Sakit-sakitan"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved