Breaking News:

Arief Poyuono Kritik 2 Stafsus Jokowi soal Keluarnya Grasi Annas Maamun: Kok Buang Badan?

Arief Poyuono mengkritik dua staf khusus Jokowi karena enggan pasang badan soal grasi untuk terpidana korupsi Annas Maamun.

Kompas.com/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. 

"Jadi enggak perlulah grasi yang diberikan pada pelaku tindak pidana korupsi dipermasalahkan apalagi sampai dipolitisasi seakan-akan Joko Widodo tidak pro-pemberantasan Korupsi," ujar dia.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman sebelumnya justru meminta wartawan bertanya kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia soal alasan Jokowi menerbitkan grasi tersebut.

Ungkap 4 Sikap Jokowi yang Tak Antikorupsi, ICW: Narasi Antikorupsi Presiden Hanya Omong Kosong

"Mohon ditanyakan dulu ke Menkumham," kata Fadjroel saat dihubungi Kompas.com lewat pesan singkat, Rabu (27/11/2019).

Saat ditanya lagi mengenai kritik aktivis antikorupsi terkait pemberian grasi tersebut, Fadjroel juga enggan menjawab.

Ia lagi-lagi meminta hal itu ditanyakan ke Menkumham Yasonna Laoly.

Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Hukum Dini Purwono juga enggan buka suara soal pemberian grasi.

Ia mengaku belum mendapat informasi terkait hal itu.

Akhirnya, Presiden Jokowi sendiri yang memberi penjelasan langsung kepada media soal grasi Annas Maamun.

Jokowi Angkat Bicara soal Berikan Grasi ke Terpidana Korupsi Annas Maamun: Sakit-sakitan Terus

Jokowi menyebut grasi itu diberikan atas pertimbangan kemanusiaan.

Grasi ini terbit pada 25 Oktober lalu lewat Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved