Breaking News:

ICW Ragukan Jokowi soal Komitmen Anti Korupsi, Dampak Pemberian Grasi ke Annas Maamun

Indonesia Corruption Watch (ICW) menuturkan ragu atas komitmen Presiden Joko Widodo terkait pemberantasan korupsi.

Tribunnews/Jeprima
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Sidang Paripurna MPR dengan Agenda Tunggal Pengucapan Sumpah dan Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia dan Ma'ruf Amim sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024. 

TRIBUNPAPUA.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) menuturkan ragu atas komitmen Presiden Joko Widodo terkait pemberantasan korupsi.

Hal ini disampaikan oleh Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam program Sapa Indonesia Malam yang videonya diunggah pada kanal YouTube Kompas TV Kamis, (28/11/2019).

Kurnia lagi-lagi mempertanyakan komitmen Jokowi terkait anti korupsi usai mengabulkan grasi terhadap pidana koruspi, Annas Maamun yang merupakan mantan Gubernur Riau.

Arief Poyuono Kritik 2 Stafsus Jokowi soal Keluarnya Grasi Annas Maamun: Kok Buang Badan?

Namun, Kurnia mengaku akan memaklumi langkah yang telah diambil oleh Jokowi tersebut.

Menurutnya, kalau dilihat dari rekam jejak anti korupsi yang dimiliki Jokowi, ICW sudah memiliki keraguan dari awal.

"Memang kalau kami lihat tarck record antikorupsi dari Jokowi kami sudah meragukan hal itu," Ujar Kurnia.

Menurutnya, sebelum pemberian grasi ini terdapat tiga indikator lainnya yang membuat ICW meragukan komitmen Jokowi tersebut.

Indikator yang dimaksud yakni proses-proses yang terjadi pada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), beberapa waktu lalu.

Pertama, terkait Undang-Undang KPK.

Kedua, penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PerPPU).

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved