Breaking News:

ICW Ragukan Jokowi soal Komitmen Anti Korupsi, Dampak Pemberian Grasi ke Annas Maamun

Indonesia Corruption Watch (ICW) menuturkan ragu atas komitmen Presiden Joko Widodo terkait pemberantasan korupsi.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Tribunnews/Jeprima
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Sidang Paripurna MPR dengan Agenda Tunggal Pengucapan Sumpah dan Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia dan Ma'ruf Amim sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024. 

Ketiga, pemilihan pemimpin KPK.

"Proses undang-undang KPK direstui oleh Jokowi," ungkap Kurnia.

"Jokowi ingkar janji ketika menyebutkan ingin mengeluarkan PerPPU dalam rangka menyelamatkan KPK, namun sampai hari ini tidak juga keluar," imbuhnya.

"Selain itu, restu Jokowi terhadap pemimpin KPK, padahal diduga orang-orang bermasalah telah masuk menjadi komisioner KPK," lanjutnya.

Sehingga, ini menjadi hal yang wajar kalau ICW meragukan komitmen Jokowi terhadap antikorupsi.

Di sisi lain dengan adanya pemberian grasi kepada terpidana korupsi ini, sudah kali keempat membuat masyarakat merasa janji yang selama ini diucapkan Jokowi tidak tercapai.

Tak hanya itu, Kurnia juga mempermasalahkan terkait alasan Jokowi mengabulkan grasi kepada Annas Maamun.

Alasan karena rasa kemanusiaan dinilai tidak logis.

"Kenapa harus diberikan dengan tolak ukur kemanusiaan?" kata Kurnia.

"Misalnya kalau karena sakit-sakitan, yang harus ditangani kan kesehatannya, berarti harus diberikan dokter-dokter terbaik untuk memeriksa bagaimana kondisi kesehatannya yang bersangkutan, bukan dengan justru mengurangi hukuman," ungkapnya.

Minta Pemberian Grasi ke Terpidana Kosupsi Tak Dikomentari, Jokowi: Kalau Setiap Hari, Baru Komentar

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved