Nilai Tarif PDAM Terlalu Rendah, Ma'ruf Amin: Penentuan Tarif Bersifat Populis, Kadang Politis

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai, tarif air yang ditetapkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama ini terlalu rendah dan cenderung politis.

Nilai Tarif PDAM Terlalu Rendah, Ma'ruf Amin: Penentuan Tarif Bersifat Populis, Kadang Politis
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wapres RI Ma'ruf Amin 

TRIBUNPAPUA.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai, tarif air yang ditetapkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama ini terlalu rendah dan cenderung politis.

"Saya mendengar bahwa tarif yang diterapkan oleh PDAM masih sangat rendah. Sebagai contoh tarif air bersih yang diberlakukan oleh PDAM Jakarta dan Depok hanya Rp 7.000 per meter kubiknya. Di Bogor bahkan hanya Rp 4.500," kata Ma'ruf saat membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Stafsus Ungkap Sosok di Balik Penampilan Berbeda Maruf Amin setelah Jadi Wapres, Siapa?

"Tarif PDAM per meter kubik di berbagai daerah seringkali tidak ditentukan berdasarkan kriteria ekonomis, tetapi populis, dan kadangkala politis," ucap dia.

Ia mengatakan, dengan kondisi ini, tidak mengherankan PDAM mengalami kerugian hingga 40 persen karena tarif yang diberlakukan dibawah nilai full cost recovery (FCR).

Akibatnya, PDAM tak bisa meningkatkan cakupan wilayah pelayanan secara masif.

Wapres Maruf Amin: Rencana Pemekaran Papua Bukan Hal Baru, Sudah Lama, Hanya Belum Direalisasikan

Hal itu membuat masyarakat di daerah yang tak terjangkau pelayanan PDAM bergantung pada air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan survei sosial ekonomi nasional BPS pada Maret 2019, rumah tangga yang menggunakan AMDK sebagai sumber air minum utama mencapai 38,28 persen.

Padahal, harga AMDK rata-rata mencapai Rp 2 juta per meter kubiknya.

Berapa Gaji 8 Staf Khusus Wakil Presiden Maruf Amin?

Ia berharap, ke depannya penentuan tarif PDAM dilakukan secara terukur dan mempertimbangkan nilai keekonomian sehingga PDAM bisa memperluas cakupan wilayah pelayanannya.

"Saya meyakini, melalui pengaturan dan pengelolaan yang baik, penyediaan air minum aman melalui SPAM (sistem penyediaan air minum) untuk masyarakat dengan skema kerja sama investasi pemerintah dengan pihak lain secara keekonomian dapat dilakukan," papar Ma'ruf.

"Hal ini dapat menjadi solusi perluasan cakupan layanan air minum yang aman bagi masyarakat," kata mantan Rais Aam PBNU itu.

(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wapres Ma'ruf: Tarif PDAM Terlalu Rendah, Populis, Terkadang Politis

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved