Sindir Direksi BUMN yang Suka 'Koar-koar' di Media, Erick Thohir: Kalau Nggak Loyal, Jadi Swasta Aja

Menteri BUMN Erick Thohir menyindir direksi perusahaan pelat merah yang kerap melontarkan kritik kepada pemerintah melalui media massa.

Sindir Direksi BUMN yang Suka 'Koar-koar' di Media, Erick Thohir: Kalau Nggak Loyal, Jadi Swasta Aja
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengusaha Erick Thohir memberikan keterangan sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyindir direksi perusahaan pelat merah yang kerap melontarkan kritik kepada pemerintah melalui media massa.

Menurut Erick, seharusnya sebagai petinggi perusahaan BUMN, direksi tersebut harus memiliki sifat loyal kepada pemerintah.

 

Jika Direksi Garuda Terbukti Terlibat Kasus Harley Ilegal, Erick Thohir: Ya Kita Copotlah

“Bukan berarti saya anti kritik, harus dikritisi langsung, jangan lewat media. Kalau mereka kerja di BUMN, tapi kritisi lewat media itu kan enggak etis,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Erick menambahkan, dalam menghadapi permasalahan seharusnya jajaran direksi duduk bersama dengan komisaris untuk mencari solusinya.

Mantan Ketua INASGOC itu menyayangkan langkah direksi BUMN yang lebih memilih koar-koar di media, ketimbang mencari solusi dari permasalahannya.

Andre Rosiade: Jika Ahok Masih Petantang-petenteng, Kami Tak Ragu Minta Pak Erick Thohir Memecatnya

Kendati begitu, Erick tak menyebutkan siapa direksi yang dia maksud tersebut.

“Kalau mereka tidak loyal, ya enggak usah di BUMN, jadi aja swasta,” kata Erick.

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu juga mengaku tak memerlukan direksi yang pintar.

Erick Thohir Perbolehkan Bos BUMN Bergaya Hidup Mewah Asalkan Bisa Penuhi Syarat Ini

Menurut dia, lebih baik jajaran direksi perusahaan BUMN diisi oleh orang yang mempunyai akhlak yang baik.

“Saya juga tidak mau direksi keminter. Artinya akal-akalan, saya tidak perlu orang pintar, yang penting bisa solid bekerja sama, gotong royong supaya semua pintar,” ucap dia.

Halaman
1234
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved