Sri Mulyani akan Ganti Rugi Rp 167 Miliar untuk Beras Bulog yang Mengendap Lama di Gudang

Perum Bulog akan menjual murah 20.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu karena terlalu lama mengendap di gudang.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sri Mulyani meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

TRIBUNPAPUA.COM - Perum Bulog akan menjual murah 20.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu karena terlalu lama mengendap di gudang.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebutkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal mengganti kerugian Perum Bulog tersebut.

Budi Waseso atau Buwas menyatakan, nilai beras 20.000 ton mencapai Rp 167 miliar dalam kondisi normal.

Menkeu Sri Mulyani Jengkel Ada Korupsi di Ditjen Pajak, KPK Beri Saran

"Sekarang lakunya berapa dilelang? Umpama Rp 60 miliar, berarti tinggal ganti Rp 100 miliar," kata Buwas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Namun, penggantian selisih kerugian tersebut bakal menunggu penerbitan hasil pemeriksaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), rekomendasi menteri pertanian, dan audit dari BPK.

Hal tersebut dibutuhkan untuk menentukan harga jual dan kualitas beras yang dilelang.

Harga beras Bulog di pasaran saat ini dibanderol Rp 8000 per kilogram.

Adapun saat dilelang nanti, harga beras diperkirakan bisa turun hingga Rp 5.000 per kilogram.

Sementara, untuk beras yang dinyatakan tak layak konsumsi bakal dilelang sebagai bahan ethanol.

Harganya akan turun menjadi lebih rendah lagi.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved