Breaking News:

Politisi PKS Sindir Alasan Kemanusiaan Jokowi untuk Annas Maamun: Lebih Complicated Penyakit Baasyir

Bukhori Yusuf menilai bahwa grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada mantan Gubernur Riau, Annas Maamun subyektif.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
.(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)
Politisi PKS Bukhori Yusuf saat ditemui usai acara Cross Check bertajuk Hentikan Diskon Hukuman Koruptor di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019) 

Namun, hingga kini Ba'asyir belum dibebaskan.

Oleh karena itu, Bukhori pun melihat bukan soal pemberian grasi atau siapa yang meminta grasi.

Namun, lebih kepada komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

"Persoalannya adalah, apakah pemerintah sekarang betul-betul komitmen dalam pemberantasan korupsi atau tidak?" kata dia.

Diketahui, grasi untuk Annas Maamun terbit pada 25 Oktober lalu lewat Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019.

Grasi tersebut berupa pengurangan masa hukuman satu tahun penjara.

Annas sendiri merupakan terpidana kasus korupsi alih fungsi lahan di Provinsi Riau dan tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada 25 September 2014.

Annas divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bukan kurungan penjara. Pada 2018, Annas pernah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Namun, ditolak dan MA malah memperberat hukumannya menjadi 7 tahun penjara.

(Kompas.com/ Deti Mega Purnamasari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertanyakan Grasi Annas Maamun, Politikus PKS Ini Singgung Nasib Ba'asyir"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved