Kronologi Temuan Mayat Balita Tanpa Kepala di Samarinda, dari Dititipkan ke PAUD dan Dikira Diculik

Penemuan mayat balita tanpa kepala yang menghebohkan Samarinda dinilai ada kejanggalan.

Kronologi Temuan Mayat Balita Tanpa Kepala di Samarinda, dari Dititipkan ke PAUD dan Dikira Diculik
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Orangtua balita AY yakin jika jasad balita tanpa kepala yang ditemukan warga di sungai sekitar Jalan P Antasari anaknya, Minggu (8/12/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Penemuan mayat balita tanpa kepala yang menghebohkan Samarinda dinilai ada kejanggalan.

Sebab, jasad korban ditemukan dalam kondisi yang tak utuh alias bagian organ kepalanya tak ada.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat bayi tanpa kepala ditemukan warga tergeletak ditepian sugai dengan kondisi mengenaskan pada Minggu (8/12/2019).

Suami Cemburu Buta Bunuh Istri di Depan Anak, Korban Sudah Tersungkur Tetap Dibacok Berulang Kali

Korban diduga balita berinisial AY berusia 4 tahun putera b bungsu dari pasangan Bambang Sulistiyo (34) dan Melisari (30) warga Perum Ratindo 7, Jalan P Suryanata, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Kaltim, Unit Siaga SAR Samarinda ( Basarnas ) mengungkap ada kejanggalan dari temuan balita tanpa kepala tersebut.

Berdasarkan pengalaman yang pernah ditangani SAR mengenai pencarian korban hilang diperairan.

Organ tubuh korban besar kemungkinan tidak akan terlepas dari tubuh jika hanya terendam air.

"Walaupun sudah berhari-hari di air, tetap saja bagian tubuh tidak akan terlepas. Biasanya memang akan terjadi kerusakan di kulit maupun bagian yang mudah rusak, tapi kalau sampai terlepas, besar kemungkinan tidak terjadi," ucap Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Dede Hariana, Minggu (8/122/2019).

Menurut Dede, kemungkinan orang tubuh terpisah sangatlah kecil jika korban terendam air.

Namun, hal itu bisa dimungkinkan jika ada faktor lain yang membuat organ tubuh korban terpisah saat berada di air.

Faktor yang bisa membuat organ tubuh terpisah saat diair yakni misalnya karena diserang hewan buas, tindakan kriminalitas, serta karena salah satu organ tubuh tersangkut ketika arus air sangat deras.

"Kalau tidak karena faktor-faktor tersebut, bagian tubuh harusnya tetap utuh dan terhubung dengan kerangka," tegasnya.

5 Fakta Pembunuhan Pria yang Mayatnya Ditemukan di Sungai, Berawal Gadai Mobil untuk Tutupi Utang

Hilang Saat Dititp di PAUD

Balita berinisial AY dinyatakan hilang setelah dititipkan ke sekolah Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD oleh kedua orang tuanya Bambang Sulistiyo (34) dan Melisari (30) pada Jumat (22/11/2019) lalu.

Sebab, orangtua dari balita berusia 4 tahun itu pergi bekerja sehingga menitipkan anaknya di salah satu PAUD tempat penitipan anak yang ada di Samarinda itu.

Suasana duka tampak saat jasad AY (4) ditangisi ibunya yang ditenangkan kerabat di Mortuari RSUD Abdul Wahab Sjachranie, Minggu (8/12).
Suasana duka tampak saat jasad AY (4) ditangisi ibunya yang ditenangkan kerabat di Mortuari RSUD Abdul Wahab Sjachranie, Minggu (8/12). (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.)

Namun kedua orangtua korban mendapatkan kabar jika putera bungsunya itu hilang.

Saat datang dan mendengarkan penjelasan ada hal janggal yang diperolehnya.

“Anak saya ini autis, pendiam dan kurang bisa berbicara. Kemarin kami dapat kabar dari PAUD, mereka menjelaskan kalau ada kemungkinan, anak saya keluar pagar karena memang kondisi pagar terbuka, tapi kok saya kurang yakin. Sebab anak saya itu pendiam Mas. Misalkan saya minta dia duduk di satu tempat gitu, dia sudah tidak bakal ke mana-mana, apalagi anak saya itu takut air mas,” ungkap Bambang, Senin (25/11/2019).

Kronologi Ibu Cekoki Bayinya Dengan Racun Babi Lalu Bunuh Diri di Aceh, Ada Barang Buktinya

Korban Mengidap Autis Sejak Lahir

Menurut sang ayah, anak ketiganya tersebut memang mendrita Autis sejak lahir dengan karakter kurang aktif.

Sehingga, anaknya akan selalu bersama orang yang disenanginya saja.

“Jika sudah senang dengan satu orang, maka dia (AY,red) hanya akan senang dengan orang itu saja,” sebutnya.

Sempat Muncul Dugaan Diculik

Sempat muncul dugaan jika balita berusia 4 tahun itu hilang diculik orang.

Sebab, tepat dihari hilangnya korban ada seroang warga yang mengabarkan melihat korban dibawa menggunakan sepeda motor.

“Hari itu juga saya langsung ke PAUD, saya coba telusuri lokasi anak saya itu hilang. Nah pas juga waktu itu saya ketemu nenek-nenek yang ngaku, kalau dia sempat melihat anak saya, diceritakan kalau anak saya dinaikkan ke atas motor sama orang.

Tapi saya tidak langsung percaya, soalnya kalau diperhatikan penglihatan orangtua kan berbeda, bisa jadi salah," ungkap Bambang.

Penjelasan Pihak PAUD

Kepala Sekolah PAUD Jannatul Athfal, Mardiana menjelaskan, AY memang dititipkan kedua orangtuanya di saat keduanya harus bekerja.

Menurutnya, saat kejadian memang ada 7 orang balita yang dititipkan kepada mereka termasuk AY.

Ketujuh orang balita ini dijaga oleh 2 orang pengasuh, Marlina (28) dan Yanti (28).

“Ada 7 balita yang dititipkan ke kami, dan saat itu ada 2 petugas yang mengawasi langsung ketujuh balita tersebut, saya juga kebetulan ada di situ juga. Nah tidak lama, setelah itu tiba-tiba ada balita yang menangis, jadi saya inisiatif langsung pergi ke dapur untuk buat susu.

Pas saya balik, saya kaget kenapa AY sudah tidak ada, dan disitu juga 2 pengasuhnya langsung kebingungan mencari,” ulas Mardiana.

5 Fakta Pembunuhan Pria yang Mayatnya Ditemukan di Sungai, Berawal Gadai Mobil untuk Tutupi Utang

Suasana saat Polresta Samarinda melakukan prarekonstruksi kasus hilangnya balita Yusuf Gazali, Senin (9/11/2019)
Suasana saat Polresta Samarinda melakukan prarekonstruksi kasus hilangnya balita Yusuf Gazali, Senin (9/11/2019) (Tribunkaltim.co, Budi Dwi Prasetyo)

Menurutnya, pihak PAUD telah berusaha mencari keberadaan korban dari melakukan pengajian, berdo'a bersama anak yatim piatu, hingga orang pintar.

"Selama beberapa hari setelah Yusuf hilang itu, kami mencoba melaksanakan pengajian, kami juga undang anak yatim piatu untuk membantu mendo'akan agar Yusuf segera ditemukan,

dan sempet juga kemarin kami berpikiran untuk memanggil orang pintar, tidak ada niatan buat musrik ya, tapi kami mencoba alternatif lain," papar Mardiana.

Diduga Pengawasan lengah

Hilangnya AY diduga akibar pengawasan yang lengah.

Sebab, hilangnya AY secara tiba-tiba membuat orangtua korban syok.

Ketita AY hilang, salah satu pengasuh saat itu tengah buang air kecil dan membuat pengasuh lainnya sibuk mengurusi ketujuh balita tersebut.

Menurut Mardiana satu diantara petugas pendidik mengatakan, pihaknya sudah mencari AY kesetiap sudut ruangan, namun tak juga ditemukan.

“Saya langsung periksa kondisi pagar PAUD, dan ternyata tidak tertutup, tapi memang saya yang lupa menutup pagar. Nah setelah lama mencari, dan tidak ketemu juga, baru saya menghubungi orang tuanya memberikan kabar ini,” ungkapnya.

Tak hanya Mardiana, pengasuh AY yakni Marlina ikut kebingungan dan syok dengan hilangnya AY dari asuhannya.

“Saya kebetulan buang air kecil, saya balik tidak sampai 5 menit, Yusuf sudah tidak ada di tempatnya,” ucap Marlina.

Serta dari pengakuan ibu pendamping lainnya menyampaikan, kalau ia sempat heran saat tidak melihat Yusuf bersama anak lainnya.

"Saya sudah minta ke teman saya, yang pendamping satunya, agar Yusuf diperhatikan. Waktu kejadian, memang kondisi pagar terbuka," ujar Yanti menambahkan.

Sementara itu, pada Minggu (9/12/2019) seorang mayat balita ditemukan di sekitar aliran sungai.

Mayat balita tersebut diduga merupakan AY balita yang sempat hilang pada bulan November lalu.

Namun, korban sudah sulit dikenali lantaran bagian kepalanya tidak ada lias tanpa kepala.

Tak hanya itu, alat kelaminnya pun sudah sulit dikenali dikarenakan sudah mengalami kerusakan.

Ibu Korban Lemas saat tahu anaknya Hilang

Saat dikabarkan pihak PAUD perihal anak bungsunya itu, Melisari mendadak lemas dan langsung meninggalkan pekerjaannya menuju PAUD Jannatul Athfaal.

Anaknya memang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, sehingga kedua orangtua Yusuf sepakat menitipkan dan menyekolahkan di PAUD tersebut.

"Saya dikabari anak saya hilang, anak saya susah berbicara, jadi saya sekolahkan di sana," jelasnya singkat, Senin (25/11/2019).

 

PENEMUAN MAYAT - Mayat balita Ahmad Yusuf Ghozali (4) masih di rumah sakit. Mayatnya ditemukan warga di Samarinda Ulu
PENEMUAN MAYAT - Mayat balita Ahmad Yusuf Ghozali (4) masih di rumah sakit. Mayatnya ditemukan warga di Samarinda Ulu (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.)

Berbagai dugaan muncul saat Yusuf dikabarkan menghilang, mulai dari penculikan hingga terjatuh di parit akibat dari kelalaian pengasuh saat mengawasinya.

Ayah balita tersebut, Bambang juga menjelaskan, saat kejadian ada dua pengasuh yang menjaga tujuh anak termasuk Yusuf.

Satu pengasuh sedang pergi ke toilet sedangkan satu lainnya membuat susu untuk anak-anak.

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai ojek online tersebut merasa dirugikan pihak yayasan dan oknum yang memanfaatkan momen atas kejadian yang menimpanya.

"Saya mendapatkan rekomendasi dari teman soal yayasan itu, anaknya dari tidak bisa bicara sampai bisa," ucapnya.

Selain itu, pihak keluarga juga akan menuntut pihak yayasan, lantaran keponakannya hilang di saat jam pengawasan sedang berlangsung, bukan saat jam pulang.

"Semua upaya sudah kami lakukan dan semua masyarakat, ormas, serta instansi-instansi terkait seperti Dishub, Kominfo, Dinsos dan dinas-dinas terkait perlindungan anak termasuk kepolisian juga membantu," lanjut Lukman, paman korban.

"Iya, anak kami ini hilang saat jam asuh, bukan saat pulang, artinya ini kelalaian dari yayasan yang seharusnya dijaga malah sampai kayak gini," tambahnya.

 (TribunnewsBogor.com/Tribun Kalltim)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Basarnas Ungkap Kejanggalan Temuan Mayat Balita Tanpa Kepala, Korban Hilang saat Dititipkan di PAUD, 

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved