Kuasa Hukum Sebut Ahmad Dhani Bakal Lebih Bijak setelah Bebas: Dia Kan Sudah Jadi Politisi

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis mengatakan bahwa kliennya akan lebih bijak saat sudah keluar dari penjara.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik, Ahmad Dhani Prasetyo usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis mengatakan bahwa kliennya akan lebih bijak saat sudah keluar dari penjara.

Ahmad Dhani disebut bakal lebih bijak dalam bertutur kata sebagai politikus.

Ahmad Dhani Bakal Lebih Banyak Berpolitik Dibanding Bermusik setelah Bebas dari Penjara

"Tapi satu yang beda, lebih bijak nanti dalam berbicara. Pasti lebih bijak karena dia kan sudah politisi," kata Ali Lubis saat ditemui di LP Cipinang, Jakarta Timur, Senin (16/12/2019).

"Politisi itukan enggak boleh asal cuap-cuap ya."

Bahkan, sebagai kuasa hukum Dhani, Ali mengungkapkan telah mengingatkan pada kliennya tersebut agar lebih bertai-hati dalam berbicara.

"Oh pastilah (lebih bijak). Karena kita sebagai kuasa hukum selalu mengatakan ke depan tolong hindari hal-hal yang berkaitan atau yang kira-kira menyerempet ke pidana atau hukum," katanya.

Banyak Menulis saat di Penjara, Ahmad Dhani Disebut Bakal Rilis Buku setelah Bebas

Meski begitu, kuasa hukum Dhani lainnya, Hendarsam Marantoko mengungkapkan mereka tak melarang Ahmad Dhani untuk mengkritik kinerja pemerintahan.

"Itu merupakan hak dan kewajiban. Sebenarnya kita memberikan masukan kepada pemerintahan yang ada, sekarang tinggal caranya saja," ucap Hendarsam Marantoko.

Sebagai informasi, Dhani sudah menjalani hukuman penjara selama satu tahun sejak 28 Januari 2019.

Ahmad Dhani ditahan karena dinyatakan terbukti melakukan pencemaran nama baik dalam kasus "vlog idiot".

Pesan Menyentuh El Rumi untuk Ahmad Dhani: Walau Satu Dunia Bilang Kamu Arogan, Aku Cinta Ayah

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved