5 Fakta Konflik Wiranto Vs OSO, Bermula Mantan Menko Polhukam Akui Rekayasa Pemilihan OSO Jadi Ketum

Konflik terjadi di internal Partai Hanura yang melibatkan kubu Wiranto dan kubu Oesman Sapta Odang (OSO).

5 Fakta Konflik Wiranto Vs OSO, Bermula Mantan Menko Polhukam Akui Rekayasa Pemilihan OSO Jadi Ketum
Tribunnews.com/Irman Rismawan
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNPAPUA.COM - Konflik terjadi di internal Partai Hanura yang melibatkan kubu Wiranto dan kubu Oesman Sapta Odang (OSO).

Mantan Menko Polhukam Wiranto bahkan mengakui melakukan rekayasa pemilihan OSO pada tahun 2016.

Dituding Jual Partai Hanura ke OSO Rp 200 Miliar, Wiranto: Ampun Deh Besar Sekali

Wiranto menyebut, saat itu dirinya membuat aklamasi pemiliha OSO sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

Partai Hanura saat ini tengah menghadapi konflik di lingkup internalnya.

Hanura baru saja menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Hanura pada 17 Desember s.d 19 Desemeber 2019.

Dalam Munas tersebut, Wiranto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina mengaku tak diundang.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura tersebut justru mengaku heran.

"Lazimnya munas itu, ketua dewan pembina diundang ya kan. Ini yang mendirikan partai, yang menyerahkan partai untuk dikelola, Munas kok enggak diundang? Ini kan aneh ya," kata Wiranto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12/2019), katanya dikutip dari Kompas.com.

Namun, Wiranto menyebut bahwa kemungkinan dirinya tak diundang lantaran mengacu pada AD/ART hasil Munas Hanura di Solo pada 2015.

Hasil Munas menyatakan bahwa tidak ada jabatan Ketua Dewan Pembina.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved