Dituding Jual Partai Hanura ke OSO Rp 200 Miliar, Wiranto: Ampun Deh Besar Sekali

Menko Polhukam Wiranto membantah isu bahwa ia menjual Partai Hanura ketika menyerahkan posisi Ketua Umum Partai Hanura kepada Oesman.

Dituding Jual Partai Hanura ke OSO Rp 200 Miliar, Wiranto: Ampun Deh Besar Sekali
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jend. TNI. Purn. Wiranto menggelar rapat koordinasi persiapan pengamanan Pilkada 2017 di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017). Dalam acara tersebut, Wiranto menegaskan pemerintah sepenuhnya siap dalam penyelenggaraan Pilkada 2017. 

TRIBUNPAPUA.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membantah isu bahwa ia menjual Partai Hanura ketika menyerahkan posisi Ketua Umum Partai Hanura kepada Oesman Sapta Odang pada tahun 2016.

"Timbul isu, Pak Wiranto jual partai ini, Pak Wiranto dapat Rp 200 miliar, ampun deh besar sekali," kata Wiranto di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

"Saya katakan di sini tidak seperser pun saya terima duit dari OSO, bahkan saya larang kita minta uang dari OSO," sambungnya.

Ketua DPP Sebut Hanura Hanya Jadi Kendaraan bagi Wiranto: Untuk Ngejar-ngejar Cantolan Politik

Wiranto menceritakan, isu tersebut muncul ketika, ia menyerahkan posisi Ketua Umum Partai Hanura kepada Oesman Sapta Odang.

Menurut dia, ketika itu, Presiden Joko Widodo memberikan mandat untuk menjabat sebagai Menko Polhukam.

Namun, Wiranto menyadari, tidak mungkin mengambil dua jabatan yaitu menjadi menteri dan ketua umum Partai Hanura.

"Menko Polhukam tugasnya adalah bagaimana melakukan upaya stabilitas politik, untuk penegakan hukum dan stabilitas keamanan, maka saya tugasnya berkecimpung di politik nasional. Di benak saya, tidak mungkin, tidak adil, tidak pantas saya jadi ketum Hanura," ujarnya.

Wiranto mengatakan, karena tak ingin rangkap jabatan, maka ia menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura terkait pemilihan ketua umum.

Ketika itu, kata dia, Oesman Sapta Odang terpilih secara aklamasi menjadi penggantinya sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

Sementara itu, ia bergeser menjadi Ketua Dewan Pembina.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved