Soal Tudingan Politik Dinasti, PDIP: Masa Jokowi Mau Rusak Namanya Sendiri karena Gibran dan Bobby?

PDIP menyebutkan, tidak akan mungkin Jokowi mau merusak namanya sendiri gara-gara putra dan menantunya.

Soal Tudingan Politik Dinasti, PDIP: Masa Jokowi Mau Rusak Namanya Sendiri karena Gibran dan Bobby?
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019 - 2024 pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019) pagi. 

TRIBUNPAPUA.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP) menyebutkan, tidak akan mungkin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau merusak namanya sendiri gara-gara putranya Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby Nasution.

Hal tersebut menyusul tudingan dinasti politik di keluarga Jokowi karena putra sulung dan menantunya itu akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Sebagaimana diketahui, Gibran akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo sedangkan Bobby sebagai Wali Kota Medan.

 

Gibran Sambut Kedatangan Puan di Bandara Solo, Relawan: Efek Politiknya Luar Biasa

"Masa Jokowi mau merusak nama dia gara-gara Gibran dan Bobby? Memangnya Jokowi tidak mau jaga reputasi dia? Tidak mau jaga bagaimana dia bikin legacy, bodoh banget kalau dia mempertaruhkan itu. Tidak!" kata Maruarar dalam acara Cross Check bertajuk Jokowi Langgengkan Politik Dinasti di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019).

Menurut Maruarar, jika Gibran dan Bobby maju, kemudian mereka kalah, maka hal tersebut tidak akan menjadi masalah baik bagi Jokowi maupun bagi Gibran dan Bobby sendiri.

Apalagi, kata dia, Jokowi hingga saat ini dalam pertarungan politik selalu memenangkan pertarungannya.

Antara lain dua kali menjadi Wali Kota Solo, Gubernur, dan dua kali menjadi Presiden.

"Jadi, saudara-saudara harus tahu juga, tidak mau dia pertaruhkan reputasinya gara-gara memaksakan Gibran Bobby. Tidak mungkin," tegas Maruarar.

Bantah Tudingan Bangun Politik Dinasti, Menantu Jokowi Bobby Nasution: Untuk Apa?

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, baik Gibran maupun Bobby, maju melalui partai politik yang memiliki sistem dan aturan main.

Dengan demikian, kata dia, di dalam partai tersebut apabila ada orang baru hadir menjadi kader dan menggeser mekanisme bahkan orang lain yang mengikuti aturan partai, maka tak heran jika terdapat anggapan muncul dinasti politik.

Halaman
1234
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved