KALEIDOSKOP 2019: Rentetan Kerusuhan di Papua, Buntut Kasus Rasial dan Hoaks di Jawa

Mulai pertengahan Agustus 2019 hingga akhir September 2019 rentetan kerusuhan pecah di tanah Papua.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka. 

Semua berawal dari aksi protes terhadap dugaan persekusi dan rasisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) dan oknum aparat terhadap, mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.

Ormas disebut mendatangi asrama mahasiswa Papua dipicu insiden dugaan perusakan bendera Merah putih di asrama tersebut, di Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 2019.

Namun, Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya, Dorlinc Iyowau telah membantah penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, melakukan hal itu.

4 Fakta Kasus Warga Diserang Harimau dan Berakhir Tragis, Berikut Detik-detik Kronologinya

Ormas mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya hingga malam hari pukul 21.00.

Polisi meminta agar massa membubarkan diri, dan membuat laporan jika memang ada penistaan terhadap simbol Negara.

Gayung bersambut, massa melaporkannya ke polisi.

Keesokan harinya, Sabtu 17 Agustus 2019, polisi mencoba berkomunikasi dengan mahasiswa Papua sebagai pihak terlapor.

Namun, upaya dialog yang dilakukan polisi dengan mahasiswa tidak terwujud.

Polisi terpaksa masuk.

Sebanyak 43 mahasiswa Papua kemudian diamankan ke Mapolrestabes Surabaya.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved