KALEIDOSKOP 2019: Rentetan Kerusuhan di Papua, Buntut Kasus Rasial dan Hoaks di Jawa

Mulai pertengahan Agustus 2019 hingga akhir September 2019 rentetan kerusuhan pecah di tanah Papua.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka. 

Polisi menolak menyebut melakukan penangkapan.

Alasannya, para mahasiswa Papua itu diamankan untuk menghindari bentrokan dengan massa lainnya.

 Mahasiswa dipulangkan Minggu 18 Agustus, sehari sebelum kerusuhan di Manokwari pecah.

2. Bentrok demo AMP di Malang

Untuk kasus di Malang sedikit berbeda dengan di Surabaya.

Mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kota Malang terlibat bentrok dengan warga di Perempatan Rajabali, Kayutangan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019).

Sedianya, AMP hendak mengadakan demo di depan Balai Kota Malang.

Namun, aksi demo yang disebut untuk memperingati 57 tahun perjanjian New York itu tidak berizin.

Polisi menyebut, saat memberikan surat pemberitahuan, perwakilan mahasiswa Papua tidak menyampaikan secara terus terang agenda demontrasi tersebut.

Sesuai dengan Undang-Undang, pihak kepolisian boleh tidak memberikan izin jika aksi demonstrasi itu bertolak belakang dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved