Breaking News:

Bandingkan dengan AHY, Ray Rangkuti Sebut Gibran-Bobby Menumpang Popularitas Jokowi

Ray Rangkuti menilai, dinasti politik yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo jauh lebih kuat daripada dinasti-dinasti politik lain.

Foto: BPMI Setpres
Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka saat santap siang di rumah makan Ayam Goreng Kampung Mbah Karto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu, 28 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut keduanya berkomentar soal survei Calon Wali Kota Surakarta 2020-2025. 

TRIBUNPAPUA.COM - Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai, dinasti politik yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo jauh lebih kuat daripada dinasti-dinasti politik lain.

Pernyataan ini merespons rencana putra sulung Jolowi, Gibran Rakabuming, maju dalam Pemilihan Wali Kota Solo 2020.

Tak hanya itu, menantu Jokowi, Bobby Nasution, juga berencana bertarung pada pemilihan Wali Kota Medan.

Maju Pilkada Solo, Putra Sulung Jokowi Gibran Rakabuming Jawab Tudingan Jalankan Politik Dinasti

"Saya pikir dinasti politik Jokowi jauh lebih kuat dibandingkan dinasti-dinasti yang lain," kata Ray setelah mengikuti diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Ray mengatakan, tak bisa dipungkiri bahwa Gibran dan Bobby punya keistimewaan untuk mencalonkan diri pada pilkada.

Sebab, keduanya memiliki hubungan darah yang sangat kuat dengan Jokowi.

Menurut Ray, jika tak ada hubungan darah, belum tentu keduanya punya keistimewaan mengikuti pilkada.

Soal Tudingan Politik Dinasti, PDIP: Masa Jokowi Mau Rusak Namanya Sendiri karena Gibran dan Bobby?

Dinasti politik itu kian kuat karena saat ini Presiden Jokowi masih menjabat.

Bukan tidak mungkin jika Gibran dan Bobby memanfaatkan popularitas kepala negara, apalagi, keduanya tidak punya jejak karier politik.

"Beda cerita kalau Jokowi sudah tidak jadi presiden lalu mendorong atau membiarkan anaknya terlibat dalam politik," ujar Ray.

"Ditambah dengan faktanya Gibran maupun Bobby enggak punya karier politik yang boleh disebut menumpang pada popularitasnya Jokowi."

Gibran Maju Jadi Calon Wali Kota Solo, Politisi PDIP: Anak Presiden Masa Enggak Boleh Maju Pilkada?

Ia mengatakan, rencana pencalonan Gibran dan Bobby pada pilkada ini berbeda dengan pencalonan putra Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada Pilkada DKI 2017.

Sebab, kala itu, SBY sudah tak lagi menjabat sebagai presiden.

"(Pencalonan Gibran dan Bobby) itu saya sebut komplet dinastinya, dari semua variabel masuk. Pertama hubungan darah, sedang menjabat, tidak punya basis politik dan menangguk keuntungan dari popularitas bapaknya," kata Ray.

(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ray Rangkuti: Beda dengan AHY, Gibran-Bobby Menumpang Popularitas Ayahnya

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved