Breaking News:

Penjelasan BMKG soal Penyebab Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

Berdasarkan pengukuran curah hujan yang dilakukan oleh BMKG di tiga titik, curah hujan di Jakarta pada pergantian tahun 2020 tercatat tinggi.

TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
Sejumlah warga dan kendaraan bermotor berusaha melewati genangan air di Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, Rabu (01/01/2020). Hujan lebat berdurasi cukup lama sejak malam pergantian tahun hingga pagi hari, membuat sejumlah jalan raya dan perumahan warga di Jabotabek terendam banjir. 

Pada 2008, BMKG mencatat curah hujan di Jakarta sebesar 250 mm/hari.

Pada 2013, BMKG mencatat curah hujan di Jakarta sebesar 100 mm/hari.

Kemudian, pada 2015, BMKG mencatat curah hujan di Jakarta, mencapai 277 mm/hari.

Curah Hujan Diperkirakan Masih Tinggi, BMKG Imbau Publik Cek Prakiraan Cuaca saat Libur Tahun Baru

Kemudian, pada 2016, BMKG mencatat curah hujan di Jakarta berkisar antara 100-150 mm/hari.

Merujuk kepada data di atas, BMKG menyebut kondisi curah hujan tahun baru kali ini sangat ekstrem dan melanda sebagian besar Jawa bagian Barat-Utara.

Sehingga, hal ini menyebabkan banjir besar yang merata di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung Barat, bahkan Cikampek dan Cipali.

BMKG memprediksi masih terjadi hujan pada hari ini sehingga masih mungkin terjadi banjir lagi.

(Kompas.com/Dian Erika Nugraheny)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menurut BMKG, Penyebab Banjir Jabodetabek karena Curah Hujan Ekstrem"

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved