Senin, 4 Mei 2026

Soal Pengusiran Kapal Milik China dari Natuna, TNI: Tidak Ada Batas Waktu

Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, tidak ada batas waktu toleransi untuk mengusir kapal milik China yang masuki wilayah Indonesia.

Tayang:
DOK. TNI via Kompas.com
Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal. 

TRIBUNPAPUA.COM - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, tidak ada batas waktu toleransi untuk mengusir kapal milik China yang memasuki wilayah kedaulatan Indonesia.

"Dalam hal ini, tidak ada batas waktu, karena itu operasi sehari-hari yang digelar di Natuna," kata Yudo, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (5/1/2020).

"Karena tingkat kerawanannya maka kami tingkatkan pengamanannya."

"Jadi batas waktunya, ya sampai mereka keluar dari wilayah kedaulatan Indonesia."

Tolak Negosiasi, Mahfud MD: Kalau Kita Berunding Berarti Kita Mengakui Perairan Natuna Jadi Sengketa

Dikutip dari Antara, untuk menyelesaikan permasalahan ini, Yudo pun memutuskan untuk berkantor sementara di Natuna, menyusul masuknya nelayan dan penjaga pantai China di perairan wilayah perbatasan itu.

Ia mengatakan, Natuna masuk dalam wilayah kerja Kogabwilhan I sehingga dia bisa berkantor di sana.

"Wilayah Natuna masuk wilayah kerja Pangkogabwilhan I, saya bisa berkantor di Natuna, bisa berkantor di Tanjungpinang," katanya dikutip dari Antara.

Bandingkan dengan AS, Pengamat Militer Ragu Indonesia Bisa Lawan China Sendirian: Mau Sekuat Apa?

Yudo mengatakan, sampai dengan saat ini masih ada tiga kapal milik China di timur Laut Natuna.

Dijelaskannya, ketiga kapal China itu terdiri dari dua kapal Coast Guard China dan satu kapal pengawas perikanan milik Pemerintah China.

Ketiga kapal itu, sambungnya, sedang melakukan pengawasan terhadap kapal ikan asing (KIA) yang sedang menangkap ikan secara ilegal di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Indonesia.

Kapal-kapal itu, sambungnya, tidak mau pergi dari wilayah timur Laut Natuna meskipun dua unsur kapal Bakamla telah melakukan komunikasi, dan mereka tetap bertahan.

Konflik di Perairan Natuna, Guru Besar UI: China Mau Ngetes Ketegasan Menteri-menteri Baru Jokowi

Untuk mengusir kapal-kapal tersebut, kata Yudo, pihaknya pun akan menambah dua kapal lagi untuk memaksimalkan pengusiran.

"Kemarin ada empat kapal yang turun ke lokasi untuk mengusir, dan saat ini kami tambah dua kapal lagi untuk memaksimalkan pengusiran," katanya.

(Kompas.com/Kontributor Batam, Hadi Maulana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul TNI: Tidak Ada Batas Waktu untuk Mengusir Kapal China yang Masuk Wilayah Kedaulatan Indonesia

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved