Ancam Copot Direksi BUMN yang Poles Laporan Keuangan, Erick Thohir: Bisa Masuk Tindakan Kriminal

Erick Thohir menyatakan akan mencopot direksi perusahaan pelat merah yang menyulap laporan keuangannya menjadi lebih bagus dibandingkan faktanya.

Tribunnews/Herudin
Erick Thohir saat diwawancara secara khusus oleh Tribunnews, di Jakarta, Senin (30/9/2019) 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan akan mencopot direksi perusahaan pelat merah yang menyulap laporan keuangannya menjadi lebih bagus dibandingkan faktanya.

Sebab, tindakan tersebut tak mencerminkan tata kelola perusahaan yang baik dan benar.

“Ini contoh, tapi hal itu bisa saja mereka kita ganti,” ujar Erick di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Erick Thohir Bantah Terima Suap dari Jiwasraya: Jangan-jangan yang Teriak-teriak Ini Takut Dibongkar

Erick menyebut, pemolesan laporan keuangan sebuah perusahaan BUMN merupakan tindakan kriminal.

Apalagi, pemolesan laporan keuangan itu dilakukan agar hanya ingin mencari bonus karena dianggap telah melakukan kinerja yang baik bagi perusahaan.

“Yang sering terjadi di BUMN saat ini adalah window dressing laporan keuangan yang bisa masuk tindakan kriminal,” kata Erick.

"Terlebih jika window dressing itu kelihatan untung tapi tidak ada cash dan hanya ada untuk gaji dan bonus."

Tekankan Pentingnya Kerja Tim, Erick Thohir Minta Komisaris dan Direksi BUMN Tak Tusuk-tusukan

Atas dasar itu, dalam pemilihan jajaran direksi perusahaan BUMN, Erick mempunyai beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi.

Salah satunya menyangkut akhlak.

“Pemimpin BUMN, direksinya, harus punya akhlak, loyalitas, dan team work,” ucap dia.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved