Sebut Pola PAW Harun Masiku Mirip dengan Mulan Jameela, Mantan Komisioner KPU: Upaya yang Keliru

Skema pergantian antarwaktu (PAW) yang hendak dilakukan politikus PDIP Harun Masiku dinilai nyaris sama dengan PAW politikus GerindarMulan Jameela.

Sebut Pola PAW Harun Masiku Mirip dengan Mulan Jameela, Mantan Komisioner KPU: Upaya yang Keliru
(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)
Mantan Komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay saat ditemui di acara FGD KPU tentang E-Rekapitulasi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Skema pergantian antarwaktu (PAW) yang hendak dilakukan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku dinilai nyaris sama dengan PAW politikus Partai Gerindra Mulan Jameela.

Kedua dewan pimpinan partai (DPP) berupaya memaksakan diri untuk meloloskan kader tertentu yang tidak memperoleh suara yang cukup untuk duduk di kursi Senayan.

Akibatnya, sejumlah aturan yang telah dibuat bersama berusaha untuk dipatahkan melalui mekanisme peradilan.

Hal itu diungkapkan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay saat dihubungi Kompas.com, akhir pekan lalu.

Akui PDIP Reskomendasikan Harun Masiku Gantikan Nazarudin Kiemas, Hasto: Dia Sosok yang Bersih

Ia menilai, partai politik dapat menjadi aktor perusak demokrasi yang selama ini telah terbangun cukup baik.

"Kurang lebih (sama). Itu sebetulnya upaya yang keliru dan bahkan merusak sistem pemilu. Apa yang terjadi, gangguan-gangguan yang terjadi di republik ini harus dihentikan," kata Hadar, Jumat (10/1/2020).

Persoalan PAW Harun mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan suap yang dilakukan komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Ia diduga meminta uang sebesar Rp 900 juta kepada Harun sebagai biaya operasional untuk memudahkan proses PAW tersebut.

Hadar tak menampik bahwa persoalan ini akan menggerogoti kepercayaan publik terhadap lembaga pemilih.

Namun, ia berharap agar publik tak hanya menyalahkan KPU semata.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved