Pengukuhan Raja Keraton Agung Sejagat Disebut Diikuti 100 Orang di Dieng: Pas Musim Embun Es

Sejak beberapa hari terakhir, warga digegerkan dengan kabar adanya Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

(KOMPAS.com/istimewa)
Kerajaan Agung Sejagat 

TRIBUNPAPUA.COM - Sejak beberapa hari terakhir, warga digegerkan dengan kabar adanya Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Jauh sebelum kabar tersebut mencuat, ternyata anggota kerajaan tersebut pernah melakukan ritual di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, tahun lalu.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelolaan Objek Wisata Dieng Aryadi Darwanto mengungkapkan, saat itu digelar prosesi pengukuhan raja dan doa bersama memperingati 1.000 tahun Raja Sanjaya.

Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat, Ketua FSKN: Mencoreng Nama Baik Keraton Se-Nusantara

Aryadi mengaku melihat langsung prosesi tersebut.

"Iya benar pernah ke Dieng, suratnya (izinnya) ada, tapi di kantor, surat dari mereka. (Waktu) Persisnya enggak tahu, lupa, pokoknya pas musim embun es, karena pas doa bersama dan pengukuhan itu sekitar pukul 22.00 WIB sudah turun es," kata Aryadi saat dihubungi, Rabu (15/1/2020).

"Saya ingat betul, karena waktu itu saya kedinginan, akhirnya pulang."

Aryadi menceritakan, prosesi yang diikuti lebih dari 100 orang itu diawali dari sumber mata air Bimalukar.

Keseharian Raja Keraton Agung Sejagat Diungkap Tetangga, Hidup di Kontrakan dan Membuka Angkringan

Selanjutnya dengan mengenakan kostum kerajaan dan iringan drumband mereka berjalan kaki menuju kompleks Candi Arjuna.

"Kirab dimulai Magrib, sampai candi hampir pukul 20.00 WIB, jalan kaki dua jam, jaraknya hanya sekitar 1 kilometer, tapi kan gerakannya satu langkah berhenti, berjalan berhenti. Musiknya seperti di Keraton Yogyakarta," tutur Aryadi.

Sesampainya di kompleks candi, kata Aryadi, mereka menggelar doa bersama. Informasi yang diterima, mereka menggelar ritual hingga pukul 01.30 WIB.

"Respon warga untuk melihat biasa, karena musiknya keras terus nadanya unik, seperti prajurit Keraton Yogya musiknya, banyak nonton, tapi karena cuaca dingin hanya beberapa orang yang melihat di candi, akhirnya cuka beberapa yang bertahan," ujar Aryadi.

Ganjar Khawatirkan soal Keraton Agung Sejagat: Makanya Waktu Minta Izin Tak Diberikan, Tak Jelas

Aryadi memastikan, ritual yang dilakukan di Dieng waktu itu dilakukan oleh raja yang telah diamankan Polda Jateng bersama dengan anggotanya.

"Pasti, karena namanya sama Pak Totok itu, ratunya juga sama, ada namanya," kata Aryadi.

"Waktu itu sebelum prosesi mereka juga sempat bermalam di rumah tetua adat sini, dia dikasih pakaian kebesaran, masih disimpan sepertinya, karena ada rumbai-rumbai di belakang jadi enggak mau pakai."

(Kompas.com/Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengukuhan Raja Keraton Agung Sejagat Dilakukan di Dieng Saat Musim Embun Es

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved