Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat, Ketua FSKN: Mencoreng Nama Baik Keraton Se-Nusantara

Ketua FSKN menyebut, deklarasi Keraton Agung Sejagat yang kemudian ramai di media sosial mencoreng nama baik keraton se-nusantara.

KOMPAS.COM/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Pangeran Raja Adipati PRA Arief Natadiningrat Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang juga Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon menyampaikan sikap terkait Deklarasi Keraton Agung Sejagat, di Keraton Kasepuhan, Rabu (15/1/2020) 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebut, deklarasi Keraton Agung Sejagat yang kemudian ramai di media sosial mencoreng nama baik keraton-keraton senusantara.

Banyak pihak yang memberikan komentar tidak baik kepada keraton di sejumlah media sosial.

Bahkan, kata Arief, tidak sedikit, kalangan milenial yang akhirnya mempertanyakan ulang eksistensi keraton di era yang serba modern saat ini.

Keseharian Raja Keraton Agung Sejagat Diungkap Tetangga, Hidup di Kontrakan dan Membuka Angkringan

“Kaum milenial kan bertanya, hari gini masih ada keraton,” kata Arief kepada kepada Kompas.com di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu siang (15/1/2020).

Peristiwa yang kemudian ramai ini, menurut Arief, akhirnya membuat posisi keraton menjadi semakin berat.

Keraton-keraton sedang berjuang keras agar tidak punah karena desakan zaman, pembangunan dan modernisasi. Keraton menjadi benteng terakhir pelestari budaya.

“Dengan kejadian kemarin ini tentunya keraton sudah berat melestarikan, melaksanakan adat tradisi, oleh masyarakat dipandang sebelah mata, oleh pemerintah juga dipandang sebelah mata, eh ada kejadian itu, ya tambah berat. Mencoreng nama baik keraton kan,” tambah Arief.

Ganjar Khawatirkan soal Keraton Agung Sejagat: Makanya Waktu Minta Izin Tak Diberikan, Tak Jelas

Arief menilai, peristiwa ini mengakibatkan keresahan masyarakat luas, terutama di sekitar keraton.

Arief menjelaskan, dalam istilah kerajaan ada Magersari.

Magersari adalah masyarakat yang tinggal di sekitar keraton.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved