Asap Kebakaran Australia Disebut NASA akan Menyebar ke Penjuru Dunia dan Memicu Badai Petir Api

NASA memprediksi, asap dari kebakaran hutan Australia bakal menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Asap Kebakaran Australia Disebut NASA akan Menyebar ke Penjuru Dunia dan Memicu Badai Petir Api
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumatera Selatan mencoba memadamkan api kebakaran lahan di kawasan Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (11/9/2019). Kebakaran lahan yang meluas dibeberapa titik di Kawasan Sumatera Selatan membuat kualitas udara kota Palembang memburuk. 

TRIBUNPAPUA.COMBadan Penerbangan dan Antariksa AS ( NASA) memprediksi, asap dari kebakaran hutan Australia bakal menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Seperti diketahui, sejak September 2019, hutan dan lahan di Australia habis dimakan si jago merah.

Sandiwara Bayinya Diculik dan Viral, Ibu Ini Ternyata Titipkan Anaknya untuk Jaminan Utang Rp 1 Juta

Faktor pemicu paling besar atas kebakaran hutan Australia adalah suhu panas yang tinggi serta kekeringan. Sementara perubahan iklim, membuat kondisi yang tadinya buruk jadi makin buruk.

Dilansir BBC, Selasa (14/1/2020), NASA mengatakan bahwa asap kobaran api telah melintasi Amerika Selatan. Membuat langit di sana kelabu dan terus bergerak menyapu setengah Bumi pada 8 Januari 2020.

"Asap itu diperkirakan telah mengelilingi Bumi," kata NASA.

Ratusan kebakaran hutan di Australia telah menewaskan sedikitnya 28 orang dan menghancurkan lebih dari 2.000 rumah.

Bagaimana asap menyebar ke seluruh dunia?

 
 
NASA berkata, kebakaran hutan Australia menyulut kobaran api yang sangat besar dan menghasilkan apa yang disebut pyrocumulonimbus.

Pyrocumulonimbus adalah badai petir yang dihasilkan api.

4 Fakta Kronologi TNI Temukan Markas KKB, Lepaskan Tembakan Jarak Jauh hingga Buat Musuh Terluka

Kejadian pyrocumulonimbus itu membuat asap membumbung ke stratosfer (lapusan kedua dari atmosfer Bumi) pada ketinggian 17,7 kilometer.

"Begitu berada di stratosfer, asap dapat menyebar ribuan mil dari sumbernya. Ini otomatis memengaruhi kondisi atmosfer secara global," kata NASA.

Saat ini NASA tengah mempelajari dampak asap yang membumbung pada ketinggian belasan kilometer itu, termasuk apakah ada dampak pemanasan dan pendinginan atmosferik.
Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved