Usul Tersangka Korupsi Dimiskinkan agar Kapok, Luhut: Penjara Lima Tahun, Duitnya Berbunga Terus

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan, para koruptor agar dimiskinkan.

Usul Tersangka Korupsi Dimiskinkan agar Kapok, Luhut: Penjara Lima Tahun, Duitnya Berbunga Terus
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNPAPUA.COM - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan, para koruptor agar dimiskinkan.

Pasalnya, hukum pidana penjara saja tidak memberikan efek jera kepada para tersangka koruptor.

Bahkan, masih bisa menikmati hasil kekayaan.

Soal Natuna, Luhut: Jangan Bilang Saya Itu Jual Kedaulatan demi Investasi

"Saya usul ke Pak Lambok (Staf Ahli Menko Maritim), bisa nggak dimiskinkan itu orang-orang yang korupsi biar kapok," katanya ditemui di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

"Jadi jangan ada hukum penjara. Penjara lima tahun, duitnya berbunga terus."

"Kalau dimiskinkan, jadi ini pikiran bebas saja sebagai warga negara."

Luhut Akui Sering Pakai Uang Pribadi saat Perjalanan Dinas: Kalau Dibayar Kantor, Kurang

Meski kasus dugaan korupsi tersebut telah meruak hingga ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Jiwasraya (Persero) dan PT PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Persero, Luhut mengakui memang pemerintah dalam hal ini tidak cepat bertindak.

"Kita semua punya salah. Kok kita nggak cepat lihat? Itu salah juga," ujarnya.

Contoh dugaan korupsi di Jiwasraya yang gagal bayar klaim polis mencapai Rp 12,4 triliun.

Soal Dampak Ekonomi Pasca-Serangan Iran ke AS, Luhut: Jangan Terlalu Heboh

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyimpangan pengelolaan investasi asuransi Jiwasraya dari tahun 2010-2019.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved