Istri Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata karena Trauma, Pernah Tembak Kepala Korban dengan Panah

Seorang wanita dipenjara 25 tahun setelah terbukti membunuh si suami menggunakan obat tetes mata.

Istri Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata karena Trauma, Pernah Tembak Kepala Korban dengan Panah
Thisiswhyimbroke.com/Tihk|Patent Pending
Ilustrasi penangkapan 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang wanita di South Carolina, AS, dipenjara 25 tahun setelah terbukti membunuh si suami menggunakan obat tetes mata.

Lana Clayton mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan dan merusak makanan, berujung kepada kematian Steven Clayton pada Juli 2018.

Anak Hakim PN Medan Curiga dengan Ucapan Ibu Tirinya soal Tabrak Pagar: Di Situ Saya Sudah Curiga

Wanita 52 tahun itu sempat mengaku si suami menderita vertigo dan jatuh dari tangga saat menemukannya dalam keadaan tertelungkup di Clover.

Bahan kimia itu hanya ditemukan dalam obat tetes mata, dan bersifat neurotoksin. Yakni menyerang sistem saraf ketika ditelan.

Akhirnya, Lana mengakui dia membunuh Clayton dengan mencampur air dengan obat tetes mata antara 19-21 Juli 2018.

Berdasarkan laporan WSOC-TV, jaksa penuntut menyatakan Lana ingin suaminya menderita setelah melakukan penyiksaan terhadapnya.

Selain itu, jaksa juga menuduh Lana sengaja mengincar uang pendiri Physical Therapy Resources itu, dan membakar wasiatnya.

Pria Ini Cabuli Gadis di Bawah Umur hingga Hamil, Pelaku Lakukan Kekerasan jika Korban Menolak

Setelah meracuni suaminya, perempuan yang merupakan istri ketujuh Clayton itu berusaha bunuh diri dengan menenggak pil.

Kuasa hukum Lana, Harry Dest, mengatakan bahwa kliennya tersebut menderita post traumatic stress disorder karena disiksa sebelum menikah.

Kemudian dalam pernikahan yang berlangsung selama lima tahun, Lana diklaim menerima tendangan hingga pukulan dari Clayton.

"Saya membiarkan segala perasaan yang dalam beberapa detik berikutnya, bakal saya sesali," kata Lana sebelum sidang vonis.
Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved