Jadi Perbincangan setelah Dipakai Aktivis Papua, Ini Asal-usul Koteka, Pernah Dirazia Zaman Orba

Belakangan, koteka atau pakaian adat untuk pria khas dari Papua kembali ramai diperbincangkan.

Jadi Perbincangan setelah Dipakai Aktivis Papua, Ini Asal-usul Koteka, Pernah Dirazia Zaman Orba
(KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA)
Enam aktivis Papua jalani persidangan di PN Jakpus, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Belakangan, koteka atau pakaian adat untuk pria khas dari Papua kembali ramai diperbincangkan.

Setelah dua orang aktivis Papua yang menjadi terdakwa di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggunakan koteka di ruang sidang.

Pakaian keduanya justru mendapat teguran hakim.

Para aktivis memprotes teguran yang terkesan diskriminatif itu sampai membuat Humas PN Jakarta Pusat memberikan klarifikasi.

Lalu, seperti apa sebenarnya penggunaan koteka bagi masyarakat Papua?

Larang Terdakwa Pakai Koteka di Sidang, PN Jakpus: Tak Ada Niat Diskriminatif

Pakaian khas Suku Dani

Sejumlah pemberitaan Harian Kompas mencatat, koteka sebenarnya bukan nama asli yang diberikan dari baju adat Papua tersebut.

Di Suku Dani, tempat koteka masih eksis digunakan, koteka disebut dengan nama Holim.

Kaum pria biasanya menggunakan holim yang terbuat dari kulit labu air tersebut.

Holim dibuat dengan kulit labu yang dikeringkan lalu menjadi sarung untuk penis lelaki suku Dani.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved