Diingatkan KPK Lapor LHKPN, Staf Khusus Presiden Kritik Balik: Kesannya Kami Tidak Tertib Lapor

Staf Khusus Presiden Dini Purwono pertanyakan pernyataan Plt Juru Bicara KPK yang menyebut baru satu staf khusus presiden dan wapres yang setor LHKPN.

Tangkap Layar YouTube KompasTV
Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono 

TRIBUNPAPUA.COM - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mempertanyakan pernyataan Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati yang menyebut baru satu staf khusus presiden dan wakil presiden yang sudah menyetor laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Ia menilai, pernyataan tersebut tidak tepat.

"Sebenarnya tidak tepat juga ini. Staf Khusus Presiden senior seperti Bli Ari Dwipayana lapor kok setiap tahun," kata Dini kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

"Kalau KPK buat statement seperti itu kesannya kan selama ini staf khusus presiden tidak tertib lapor."

Dikritik BW soal Masak Nasi Goreng, Ketua KPK Firli Bahuri: Kita Kerja untuk Bangsa dan Negara

Dini juga mempertanyakan langkah KPK yang menetapkan tenggat waktu sampai 20 Februari 2020.

Menurut dia, sedianya batas waktu pelaporan LHKPN KPK disamakan dengan pelaporan surat pemberitahuan tahunan. 

"Dateline-nya juga aneh 20 Feb 2020. Kenapa tidak disamakan saja dengan SPT (surat pemberitahuan tahunan)? Karena LHKPN kan harus match dengan SPT," kata dia.

Dini menyadari KPK menggunakan perhitungan 3 bulan setelah para staf khusus diangkat.

Namun, menurut Dini, acuan waktu tersebut bisa menimbulkan inkonsistensi.

Sindir Ketua KPK Firli Bahuri, Bambang Widjojanto: Yang Perlu Kau Goreng adalah Koruptor, Bukan Nasi

Sebab, tak semua staf khusus presiden dan wapres diangkat pada hari yang sama.

"Jadinya bisa tidak konsisten mengingat tanggal pengangkatan bisa berbeda. Kalau KPK menggunakan pendekatan tersebut berarti dateline juga berbeda dong?" kata dia.

Dini mengakui, sampai saat ini ia belum melapor LHKPN.

Ia mengaku kesulitan karena ini adalah pertama kalinya dia mengisi laporan kekayaan.

Sementara itu, tugasnya sebagai staf khusus presiden juga cukup menyita waktu.

Jokowi Siapkan 7 Aturan Lagi soal KPK, Berikut Daftarnya

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved