Sebagai Warga Tanjung Priok, Ma'ruf Amin Yakin Yasonna Dimaafkan atas Ucapannya: Tak Bermaksud

Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyarankan agar warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, memaafkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
KH Maruf Amin 

TRIBUNPAPUA.COM - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyarankan agar warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, memaafkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Warga Tanjung Priok hari ini berdemonstrasi karena tersinggung dengan ucapan Yasonna Laoly yang menyebut kemiskinan di Tanjung Priok menyebutkan wilayah itu rawan kriminal.

Warga Tanjung Priok Ancam Bawa Massa Lebih Besar: Yasonna Laoly Harus Minta Maaf Dalam 2x24 Jam

Menurut Masduki, pernyataan Yasonna merupakan keseleo lidah semata.

"Iyalah, saya kira (warga Priok) itu memaafkan. Perlu ada solusi antara warga Priok untuk ya, semacam tak terlalu keras begitu menyikapi pernyataan Pak Yasonna, begitu juga Pak Yasonna saya kira lebih pada keseleo lidah untuk menyampaikan sesuatu yang membuat warga Priok merasa tak nyaman," kata Masduki saat dihubungi wartawan, Rabu (22/1/2020).

Masduki mengatakan, warga Tanjung Priok sedianya bisa memaafkan, karena Wapres Ma'ruf Amin yang juga berasal dari wilayah tersebut cenderung memaafkan.

Terutama, pada hal-hal yang sebenarnya tak dimaksudkan untuk menyakiti alias keseleo lidah.

"Saya yakin warga Priok akan mengikuti Bapaknya yang jadi Wapres, untuk cenderung memaafkan terhadap hal-hal yang sebenarnya tak dimaksudkan untuk menyakiti," kata dia.

Yasonna dan KPK Disebut ICW Sebar Kabar Hoaks soal Harun Masiku, Sindir soal Pihak yang Sembunyikan

Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara yang menggelar aksi di depan gedung Kementerian Hukum dan HAM mendesak sang menteri, Yasonna Laoly meminta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam.

Permintaan maaf tersebut terkait dengan ucapan Yasonna yang dianggap menghina warga Tanjung Priok.

 Yasonna dan KPK Disebut ICW Sebar Kabar Hoaks soal Harun Masiku, Sindir soal Pihak yang Sembunyikan

"Menteri Yasonna Laoly harus minta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam di media media besar negeri ini,"  kata salah satu orator saat berada di atas mobil komando, Rabu (22/1/2020).

"Jika tidak, kami akan datang dengan massa lebih besar lagi. Kami akan tutup pelabuhan Tanjung Priok," lanjut dia. Sontak  ucapan tersebut mengundang gemuruh dari seluruh massa yang memenuhi depan gedung Kemenkumham.

Merasa Dimiskinkan Sitem

Sejumlah warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, berdemonstrasi di depan gedung Kemenkumham, Jalan RA Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Mereka merasa tersinggung dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebutkan kawasan Tanjung Priok identik dengan kriminalitas dan kemiskinan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved