Mahfud MD Sebut Jakarta Sulit Dipertahankan sebagai Ibu Kota Negara, Mengapa?

Menko Polhukam Mahfud MD menilai, sulit mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota negara.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Menko Polhukam Mahfud MD 

"Dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan," ujar Presiden.

Jokowi, yang juga pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta ini, menuturkan, Jakarta dan Pulau Jawa tak bisa dibiarkan terus menerus menanggung beban yang kian berat.

"Kita tidak bisa membiarkan terus menerus beban Jakarta dan Pulau Jawa semakin berat dalam hal kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah dan polusi udara dan air yang harus segera kita tangani," kata Jokowi.

Soal Pemindahan Ibu Kota, Bappenas: Ini Bukan Proyek Besar Mengundang Kesempatan Bisnis Luar Biasa

Dengan alasan itu, ujar Jokowi, ibu kota negara harus dipindah. Sebelumnya, Jokowi resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan.

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertangera, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.

Saat mengumumkan ibu kota baru, Jokowi terlihat didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, terlihat juga sejumlah pejabat pemerintahan, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mahfud MD: Jakarta Sulit Dipertahankan sebagai Ibu Kota Negara dan Presiden Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Ibu Kota RI Harus Pindah

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved