Kamis, 28 Mei 2026

Reaksi PKS saat Jokowi Bela Prabowo yang ke Luar Negeri: Monggo Beralasan, tapi Rakyat Perlu Bukti

Mardani Ali Sera tak mempermasalahkan sikap Presiden Joko Widodo yang membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Tayang:
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera tak mempermasalahkan sikap Presiden Joko Widodo yang membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal kunjungan kerja ke beberapa negara.

Namun, Mardani mengatakan, masyarakat Indonesia menunggu hasil dari kunjungan kerja Prabowo tersebut.

Prabowo Dibela Jokowi saat Dikritik Telalu Sering Kunker ke Luar Negeri: Bukan Sekedar Jalan-jalan

"Monggo saja memberi alasan, tapi rakyat perlu bukti bahwa Indonesia negara besar yang disegani kawan dan lawan," kata Mardani saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Mardani mengatakan, diplomasi pertahanan biasanya akan berdampak besar pada posisi Indonesia di mata internasional.

Namun, ia menilai, saat ini, posisi Indonesia justru melemah dan sulit mendapat dukungan internasional.

"Kondisi Indonesia sekarang justru sendirian ketika berhadapan dengan China dalam kasus Natuna. Dalam kasus boikot kelapa sawit kita oleh Uni Eropa kita juga sendirian. Padahal hambatan ekspor kelapa sawit dapat berpengaruh pada devisi negara. Yang ujungnya melemahkan pertahanan kita juga," ujarnya.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan, meski Prabowo mendapat pembelaan dari Presiden Joko Widodo, PKS akan tetap fokus mengawasi dan mengkritisi pemerintah.

"Jadi dengan Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra kami selalu menghormati. Untuk posisi beliau sebagai Menhan, bagian dari tugas kami di legislatif untuk mengawasi eksekutif dalam hal ini Presiden dan para pembantunya," pungkasnya.

Jokowi Ingatkan Prabowo soal Anggaran 127 Triliun Kemhan: Hati-hati Penggunanaan Ini

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tengah dirundung kritik terkait kunjungan kerjanya ke sejumlah negara.

Jokowi menegaskan, kunjungan kerja yang dilakukan Prabowo adalah dalam rangka diplomasi pertahanan.

"Kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita, bukan yang lain-lain," kata Jokowi dalam sambutannya pada rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2020, Kamis (23/1/2020) pagi.

Selain diplomasi, Jokowi menyebut kunjungan Prabowo ke berbagai negara itu juga dalam rangka melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli oleh Indonesia.

"Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail," ucap Jokowi.

Jokowi justru balik mengkritik pihak-pihak yang mengkritik Prabowo, yang merupakan rivalnya pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 itu.

"Kalau ada yang bertanya belum ngerti urusan diplomasi pertahanan," kata Jokowi.

Kritik Presiden PKS

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman memberikan kritikannya kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Ia dikritik lantaran posisinya sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto kerap kali ke luar negeri.

Prabowo Subianto diketahui telah berkunjung ke tujuh negara.

Sohibul juga mengkritisi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai kurang tegas dalam penanganan kapal laut asing di perairan Laut Natuna.

 Kritik Prabowo Subianto, Presiden PKS Singgung Masa Lalu: Kok Sekarang di Dalam Balik Tipis Telinga?

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai diskusi bertajuk Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai diskusi bertajuk Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Sohibul Iman menyatakan seorang pejabat harus mau dikritik.

Sohibul juga yakin Prabowo Subianto bukan sosok yang anti dikritik.

"Ketika mereka di luar sering mengkritik, kok sekarang ketika di dalam balik dikritik jadi tipis telinga?," tutur Sohibul Iman yang dikutip dari tayangan Kompas TV, Selasa (21/1/2020).

"Seorang pejabat itu adalah untuk satu sisi diikuti kebijakannya jika baik," katanya.

Ia menegaskan, seorang pejabat juga harus mendengarkan jika dikritik bila kebijakannya dianggap tidak baik.

 Reaksi Prabowo soal Jokowi Isyaratkan Sandiaga Uno Jadi Presiden 2024: Bisa Saja, tapi Masih Lama

Sohibul lantas menambahkan jangan ada tuduhan men-downgrade sosok Prabowo.

"Saya yakin Pak Prabowo tidak demikian. Juru bicaranya saja, saya bicara dengan Pak Prabowo tidak ada masalah," terangnya.

(Kompas.com/  Haryanti Puspa Sari)(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Bela Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri, PKS: Rakyat Perlu Bukti " dan di  Tribunnews.com dengan judul Kritik Prabowo ke Luar Negeri, Presiden PKS: Sekarang di Dalam Balik Dikritik jadi Tipis Telinga?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved