Bantah Halangi Penyidikan Harun Masiku, Yasonna Laoly: Saya Belum Terlalu Bodoh

Menkunham Yasonna Laoly menegaskan, pihaknya tidak berupaya merintangi penyidikan terkait simpang-siur keberadaan Harun Masiku.

(Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)
Yasonna Laoly (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com) 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan, pihaknya tidak berupaya merintangi penyidikan terkait simpang-siur keberadaan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR.

"Saya pikir, saya belum terlalu tolol-lah untuk melakukan separah itu," ujar Yasonna usai mengisi kuliah umum di Pusat Kajian Teologi Publik STFT, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Guna meluruskan kesimpang-siuran, pihaknya pun membentuk tim gabungan di bawah Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi.

Misteri Keberadaan Harun Masiku: Pengakuan Imigrasi, Tanggapan KPK, hingga Bungkamnya Yasonna

Tim gabungan ini salah satunya untuk mengungkap fakta mengenai masuknya Harun dari Singapura ke Indonesia.

Adapun tim gabungan ini meliputi Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Direktorat Siber Kaareskrim Polri, Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Ombudsman RI.

Dia menyampaikan, alasan pembentukan tim gabungan independen itu supaya penelusuran fakta tetap berlangsung fair.

Sebaliknya, jika hanya dari kementeriannya, pihaknya akan dianggap berbohong ketika menyampaikan fakta yang terjadi.

Kasus Harun Masiku, Yasonna Dianggap Bohong, Dilaporkan ke KPK hingga Adanya Desakan Pemecatan

Karena itu, pihaknya membentuk tim gabungan yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga negara.

"Supaya fair membuat penelitian independen tentang mengapa itu terjadi. Supaya jangan dari saya. Nanti 'Oh itu Pak Menteri kan bikin-bikin saja, bohong-bohong'," kata Yasonna.

Diberitakan sebelumnya, Yasonna menyebut Harun masih berada di luar negeri setelah terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020) lalu.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved