Breaking News:

Bahas Soal Jiwasraya, Demokrat: Kenapa Pak SBY Selalu Disebut 'Baper'?

Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) tidak "baper" terkait kasus dugaan korupsi di Jiwasraya.

TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) tidak "baper" terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Herman merespons anggapan SBY baper lantaran menanggapi kasus Jiwasraya dengan sebuah tulisan di Facebook.

Ngaku Didatangi Orang untuk Belokkan Kasus Jiwasraya, Mahfud MD: Enggak Usah Dibuka Sekarang

"Kenapa selalu Pak SBY disebut "baper"? Padahal kalau melihat substansi yang dituangkan di dalam artikel itu, itu bisa ditangkap secara positif," ungkap Herman dalam acara diskusi di Warung Upnormal, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).

Dalam pandangannya, SBY berbicara karena masalah Jiwasraya menyangkut kerugian negara, yang berdasarkan penghitungan sementara Kejaksaan Agung sebesar Rp 13,7 triliun.

Maka dari itu, Herman menuturkan, kasus tersebut jangan dianggap enteng.

"Apakah ini bisa kemudian juga menjadi pemicu sistemik krisis ekonomi di indonesia? Ya ini peringatan, ini lampu kuning, jangan dianggap enteng," tuturnya.

Kemudian, hal lain yang menjadi perhatian adalah munculnya keresahan para nasabah Jiwasraya terkait pengembalian kerugian.

Lebih lanjut, Herman juga meminta agar kasus tersebut dibahas berdasarkan data. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar publik turut mengetahui kasus tersebut.

"Berbicara sesuatu hal harus berdasarkan terhadap data, kalau kemudian menyalahkan 10 tahun yang lalu tidak ada data, ya akhirnya kita ayo buka saja kepada publik,"

Sebelumnya, SBY buka suara perihal perkembangan terkini kasus dugaan korupsi di Jiwasraya lewat tulisan yang diunggah di akun Facebook resminya.

Ngaku Didatangi Orang untuk Belokkan Kasus Jiwasraya, Mahfud MD: Enggak Usah Dibuka Sekarang

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved