Breaking News:

Pengawasan Kesehatan WNI yang Dikarantina di Natuna, Meja Makan Disemprot Disinfektan 3 Kali Sehari

Tak hanya kesehatan fisik warga yang diobervasi, kesehatan lingkungan pun jadi perhatian penting Kemenkes dalam proses observasi dan karantina.

Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. 

TRIBUNPAPUA.COM - Tidak hanya kesehatan fisik warga yang diobservasi yang diperhatikan, kesehatan lingkungan pun jadi perhatian penting Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam proses observasi dan karantina selama 14 hari kedepan.

Sebab kesehatan lingkungan menjadi faktor penentu kesehatan seseorang, karena kehidupan setiap orang tidak terlepas dari lingkungan tempat dia berada.

Begitupun dengan warga yang diobservasi di hangar Lanud Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, kesehatan mereka tidak hanya ditentukan dari keadaan fisik dirinya, melainkan kondisi di lingkungan tempat observasi menjadi penentu bagi kesehatan mereka.

Menkes Terawan Pastikan Karantina WNI di Natuna Aman: Saya Jaminkan Badan Saya

Saat ini ada 238 warga yang dievakuasi, 5 orang tim Kemlu, 18 orang kru Batik Air, dan 24 orang tim penjemput yang dilakukan tidak ada kenaikan suhu dan atau tanda atau gejala yang mengarah kepada infeksi virus corona.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, dr Anung Sugihantono mengatakan pemerintah memperhatikan kesehatan lingkungan yang ada di tempat observasi.

"Kesehatan lingkungan di sana harus terjamin untuk membantu orang yang ada di tempat tersebut tetap sehat," kata Anung di Mako Lanal Natuna, Kamis (6/2/2020) sore kemarin.

Anaknya Dikarantina di Natuna, Orangtua Mahasiswa Unesa Keluhkan Kendala Akses Komunikasi

Pengawasan dan pengendalian lingkungan dilakukan secara rutin oleh Tim dari Kesehatan Pelabuhan dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam dan Tanjungpinang.

Pengawasan dan pengendalin tersebut berupa pemeriksaan makanan, disinfeksi meja makan dan alat makan tiga kali sehari, pengawasan kebersihan lingkungan, disinfeksi tenda dan pengawasan kualitas air, termasuk pemberian kaporit pada kolam penampungan dan tank reservoir.

WNI dalam keadaan sehat

Bahkan Anung mengaku pengamatan langsung dari tempat observasi nampak warga sedang berolahraga dan makan pagi termasuk di dalamnya tim penjemput dalam keadaan riang gembira, tidak ada makanan tersisa dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Tolak WNI dari Wuhan, Warga Natuna Minta Lokasi Karantina Dipindah ke Kapal di Lepas Pantai

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved