Kerusuhan di Papua

Wamen PUPR Beberkan Sejumlah Kendala dalam Proses Pemulihan Wamena Pasca-Kerusuhan

Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo meninjau proses pemulihan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (7/2/2020).

Wamen PUPR Beberkan Sejumlah Kendala dalam Proses Pemulihan Wamena Pasca-Kerusuhan
(KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI)
Proses pembangunan ruko yang terdampak kerusuhan di Wamena, Jumat (7/2/2020). 

"Pembangunan 403 ruko ini kan dibagi dalam 4 kontrak besar, nah kita sudah sampaikan 4 kontrak besar ini memfasilitasi pengusaha lokal untuk mendapat bahan bangunan," tutur Wetipo.

Bicara Infrastruktur, Jokowi: 4 Hari 4 Malam Menuju Wamena Dulu Itu, Tak Ada Aspal Satu Meter Pun

"Bahannya itu disiapkan oleh beberapa pihak tanpa mereka bayar dulu bisa ambil, nanti setelah dananya cair baru mereka bayar bahan bangunannya."

"Mungkin yang mereka keluhkan adalah terkait dengan bahan lokal seperti pasir, batu, mungkin begitu."

Sedangkan untuk proses pembangunan, Wetipo menyebut dari 403 ruko yang akan dibangun ulang, baru 10 dalam proses pengerjaan.

Pola pembayaran yang diterapkan untuk pembangunan ruko dilakukan secara bertahap setiap 10 ruko selesai dibangun.

"10 ruko selesai lalu bayar, kemudian 10 ruko lagi selesai lalu bayar lagi, supaya tidak bertumpuk dan mengurangi beban teman-teman," kata dia.

Sementara untuk rumah, dari 190 unit yang akan dibangun ulang, hingga kini sudah 20 rumah yang selesai dibangun.

Warga Wamena Saling Tukar Hewan Ternak untuk Percepat Reskonsiliasi

Pengerjaan tersebut dilakukan oleh TNI.

"Sudah 20 rumah yang jadi dari total 190 yang akan dibangun, mudah-mudahan dalam kurun waktu 10 bulan penugasan ini bisa tuntas 100 persen," kata Wetipo.

Kerusuhan di Wamena terjadi pada 23 September 2019.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved