Ningsih Tinampi Viral, IDI Jatim Minta Publik Selektif Pilih Pengobatan: Jangan Hanya Ikut-ikutan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur mengimbau masyarakat lebih cerdas memilih pengobatan, tak sekadar ikut-ikutan.

Ningsih Tinampi Viral, IDI Jatim Minta Publik Selektif Pilih Pengobatan: Jangan Hanya Ikut-ikutan
TRIBUNMADURA/GALIH LINTARTIKA
Ningsih Tinampi saat bertemu dengan para petugas gabungan dari lintas dinas dan instansi di Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di di Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur mengimbau masyarakat lebih cerdas memilih pengobatan, tak sekadar ikut-ikutan.

IDI meminta masyarakat memilih pengobatan yang teruji secara ilmiah.

"Masyarakat harus banyak belajar dan mencari tahu referensi tentang pengobatan yang baik dan terbukti secara ilmiah, jangan hanya ikut-ikutan saja," kata Ketua IDI Jawa Timur Sutrisno ketika dikonfirmasi, Senin (10/2/2020).

Praktik Ningsih Tinampi 'Digeruduk' Polisi dan Terungkap Fakta Aliran Pengobatan Sesungguhnya

Pernyataan itu menanggapi viralnya pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih Tinampi di Pasuruan, Jawa Timur.

Pengobatan Ningsih, kata Sutrisno, tak tergolong pengobatan medis.

"Mungkin ada jalur lain untuk pengobatan, tapi yang jelas bukan jalur medis," jelas dia.

Sutrisno mendesak Dinas Kesehatan Jawa Timur bersinergi dengan sejumlah pihak untuk melindungi masyarakat.

Biaya Pengobatan Ningsih Tinampi Capai Rp 10 Juta, Dinkes Jatim Peringatkan Masyarakat

Terlebih, ada banyak metode pengobatan yang berkembang di masyarakat.

"Dinas Kesehatan punya wewenang untuk menilai metode pengobatan yang berkembang di masyarakat untuk melindungi masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Herlin Ferliana menyebut pengobatan Ningsih Tinampi di Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, itu bukan pelayanan kesehatan.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved