Proses Evakuasi Korban Heli MI-17 di Papua Tertunda karena Cuaca Ekstrem dan Lokasi yang Terjal

Upaya evakuasi terhadap belasan penumpang helikopter MI-17 milik TNI yang jatuh di Papua tertunda akibat cuaca yang cukup ekstrem dan lokasi terjal.

Proses Evakuasi Korban Heli MI-17 di Papua Tertunda karena Cuaca Ekstrem dan Lokasi yang Terjal
Dok. Pendam XVII/Cenderawasih via Kompas.com
Titik jatuhnya Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua, Senin (10/02/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Upaya evakuasi terhadap belasan penumpang helikopter MI-17 milik TNI yang jatuh di Distrik Oksob Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, tertunda akibat cuaca yang cukup ekstrem dan lokasi yang terjal.

Proses evakusi dilakukan Selasa (11/2020) dengan mengerahkan puluhan personil TNI, masyarakat dan aparat Pemda Pegunungan Bintang.

“Proses evakuasi sangat sulit, karena lokasi jatuhnya heli di ketinggian dengan kemiringan tebingnya cukup terjal,” ujar Wakil Kepala Penerangan (Wakapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Dax Sianturi.

"Ketinggiannya belasan feet, akibatnya heli untuk evakuasi belum mampu masuk lokasi untuk droping pasukan karena cuaca yang esktrem."

Fakta-fakta Penemuan Heli MI-17 yang Hilang di Papua, Jatuh di Lokasi yang Dianggap Sakral Warga

Akibat cuaca yang ekstrem dan tebing yang terjal, kata Dax, tim evakuasi akan di droping jauh dari lokasi. Kemudian akan berjalan beberapa kilo menuju lokasi.

“Untuk proses evakusi ini, kami akan libatkan masyarakat setempat guna membantu menuju lokasi titik jatuhnya heli,” kata Dax.

Untuk proses evakuasi tim yang diterjunkan kurang lebih 1 SSK dari Batalyon Inf 751/Raider Khusus, ditambah Tim kesehatan yang merupakan gabungan TNI-Polri dan SAR.

“Sejak kemarin begitu lokasi dipastikan, pasuka. Sudah di drop ke Posko Koramil Oksibil dengan pesaawat CN milik TNI AU,” ujar Dax.

Heli MI-17 yang Hilang di Papua Ditemukan, TNI Fokus Siapkan Evakuasi

Wakapendam juga membantah pernyataan Juru Bicara OPM Sebby Sambon yang mengklaim bahwa, heli MI-17 jatuh ditembak kelompoknya yakni Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka.

“Helikopter dengan isinya 12 penumbag dan cru, mengalami kecelakaan karena menabrak Pegunungan Mandala di Distrik Oksob. Dan berdasarkan pengamatan kami dari udara, kuat dugaan heli menabrak tebing bukan karena ditembak seperti klami OPM,” ujar Dax.

Ia melanjutkan, selama ini tidak pernah ditemukan adanya kelompok OPM di kawasan pegunungan Bintang.

“Sudah puluhan tahun kami amati, bahwa lokasi itu tidak pwrnah ada kegiatan kelompok TPN-OPM, sehingga tidak mungkin mereka yang tembak,” jelasnya.

Lokasi Jatuhnya Heli MI-17 yang Hilang di Papua Dianggap Sakral, TNI Minta Izin Warga untuk Evakuasi

Adapun foto-foto yang disebarkan OPM adalah bentuk propaganda guna mendiskreditkan TNI dan Negara Indonesia dihadapan publik.

“Keyakinan kami bahwa senjata yang dibawa anggota masih ada dilokasi jatihnya heli, atau mungkin disimpan masyarakat yang menemukan, bukan ditangan OPM," ucapnya.

(Kontributor Tribunnews.com, Banjir Ambarita)

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved