Jokowi Salaman dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia, Istana Buka Suara

Jokowi disebut-sebut bersalaman dengan tokoh pendukung pembebasan Papua sekaligus anggota parlemen Australia, Adam Brant, saat ia melawat ke Australia

Jokowi Salaman dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia, Istana Buka Suara
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. 

TRIBUNPAPUA.COM - Presiden Joko Widodo disebut-sebut bersalaman dengan tokoh pendukung pembebasan Papua sekaligus anggota parlemen Australia, Adam Brant, saat ia melawat ke Negeri Kanguru pada 8-10 Februari.

Wartawan Sydney Morning Herald James Massola mengunggah foto Jokowi yang tampak bersalaman dengan Brant.

Brant terlihat mengenakan pin bintang kejora, lambang bendera Organisasi Papua Merdeka, di kerah jasnya.

Namun, Massola tak menyebutkan kapan dan di mana peristiwa itu berlangsung.

Nilai Pernyataan Mahfud MD Perdalam Luka Orang Papua, Veronica Koman: Sangat Disayangkan

"Awkward. @jokowi shaking hands with Greens MP Adam Bandt, who is wearing a Morning Star badge on his lapel," tulis Massola di akun Twitter pribadinya, Senin (10/2/2020).

 

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyatakan, tidak ada acara spesifik yang mempertemukan Jokowi dengan Brant.

Ia mengatakan, Presiden bersalaman dan berfoto dengan banyak orang, termasuk Brant, saat berkunjung ke Negeri Kanguru.

"Yang saya tahu dari tim yang mendampingi Presiden pada saat kunjungan, tidak ada acara spesifik terkait hal tersebut. Presiden bersalaman, berfoto dengan banyak orang di sana. Tapi, tidak ada informasi khusus terkait tokoh tersebut," kata Dini kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Polri Jawab Permintaan Veronica Koman soal Tarik Pasukan dari Papua: Tidak Mungkinlah

Ia mengatakan, hingga kini sikap pemerintah Indonesia masih sama.

Indonesia selalu menganggap Papua adalab bagian dari Indonesia sehingga rakyat Papua adalah rakyat Indonesia.

Ia pun mengatakan, Jokowi akan melanjutkan perhatian dan komitmennya untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Papua.

"Komitmen itu terlihat jelas bahwa selama 5 tahun kemarin 13 kali Presiden berkunjung ke Papua. Komitmen ini akan dilanjutkan ke depan dan tidak akan berubah," lanjut dia.

(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Kata Istana soal Jokowi Salaman dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved