Bahas Proses Hukum Kasus Jiwasraya, Mahfud MD: Jangan kalau Ketahuan Dibelokkan ke Perdata

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membongkar maraknya praktik mafia hukum di Indonesia.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD 

TRIBUNPAPUA.COM - Pada acara 'Indonesia Lawyers Club', Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membongkar maraknya praktik mafia hukum di Indonesia.

Ia menyoroti banyaknya kecurangan di BUMN yang bisa lolos dari tangan hukum karena adanya penyalahgunaan peraturan hukum.

Berkaca dari kejadian tersebut, Mahfud berpesan kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar terus mengawal dan mengusut tuntas kasus-kasus kecurangan di BUMN, terutama bocornya dana Jiwasraya.

 

Disebut Keteteran Jadi Menteri dan Diminta Mundur oleh Sudjiwo Tedjo, Erick Thohir Tertawa

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (11/2/2020), mulanya Mahfud menjelaskan bahwa di Indonesia kini praktik penyelewengan hukum sudah banyak terjadi.

"Sekarang ini yang terjadi 'Industri Hukum', di dalam proses pembuatan hukum, di dalam penegakan hukum, di dalam budaya hukumnya juga begitu," kata Mahfud.

"Hukum dibuat sedemikian rupa untuk mengakali, diutak-atik, yang salah jadi benar, yang benar jadi salah."

"Kasus pidana dibelokkan jadi kasus perdata, dibuat hukumnya," tambahnya.

Mahfud kemudian menceritakan sebuah contoh penyalahgunaan hukum yakni seseorang mampu menjadikan gedung dengan status sewa berubah jadi hak milik melalui pembuatan hukum baru.

"Itulah industri hukum, banyak," katanya.

Sudah Puluhan Kali Dipanggil Ratas oleh Jokowi sejak Dilantik, Erick Thohir: Presiden Ini Gila Kerja

Bongkar Kasus Jiwasraya sampai ke Akar

Kemudian Mahfud memberikan pesannya kepada Erick Thohir terkait praktik 'Industri Hukum' yang marak terjadi di BUMN.

Mahfud pertama menjelaskan bahwa di BUMN praktik penyelewengan hukum sudah marak terjadi.

Ia menekankan pada kasus-kasus yang seharusnya masuk ke ranah pidana namun karena permainan oknum, berkahir di perdata.

"Makannya saya katakan, BUMN yang digarap oleh Mas Menteri Erick ini luar biasa bagus karena dulu-dulu di BUMN kecurangan-kecurangan seperti itu selalu terjadi, tetapi lalu dibelokkan ke perdata, diselesaikan di bawah meja, ini sudah selesai secara perdata," paparnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved