Harapan Bocah Korban Bom di Idlib Suriah Ingin Tuhan Balas Assad dan Rusia: Mereka Menyerang Kami

Seorang anak yang menjadi korban pengeboman di Idlib, Suriah, berharap semoga Tuhan membalas Presiden Bashar al- Assad dan Rusia.

Harapan Bocah Korban Bom di Idlib Suriah Ingin Tuhan Balas Assad dan Rusia: Mereka Menyerang Kami
(AFP/ABDULAZIZ KETAZ)
Seorang anak perempuan tengah menggendong bayi dengan di sebelah mereka, terbaring bocah laki-laki yang terluka setelah serangan udara di Idlib, Suriah, pada 11 Februari 2020. 

TRIBUNPAPUA.COMSeorang anak yang menjadi korban pengeboman di Idlib, Suriah, berharap semoga Tuhan membalas Presiden Bashar al- Assad dan Rusia.

Wajih Al Asali tengah berada di bengkel mobil ketika serangan udara terjadi di lokasinya, dan membuat kawasan itu menjadi puing-puing.

5 Fakta Bayi Tewas Dipatok Ular Weling, Detik-detik sang Ibu Menyadari hingga Tagihan Rp 37 Juta

Kini, Wajih dirawat dengan tubuh penuh perban, jari-jari yang membengkak serta terkena kotoran dan darah, maupun napas yang terasa berat.

Serangan udara itu terjadi di salah satu alun-alun utama Idlib, dengan tujuh anak dilaporkan tewas, demikian laporan Sky News Kamis (13/2/2020).

Ratusan ribu orang memutuskan mengungsi dari provinsi di sebelah barat laut Suriah, dan berbatasan dengan Turki di tengah gempuran pasukan pemerintah.

Ayah Wajih adalah anggota kelompok pemberontak. Namun, adalah anaknya yang harus menanggung akibat karena orangtuanya tak mendukung Damaskus.

"Kami hanya sedang duduk di bengkel. Namun, mereka mencoba menyerang kami. Semoga Tuhan membalas dengan membunuh Bashar (Assad) dan Rusia," ujar Wajih.

Korban anak-anak lain yang diangkat dari reruntuhan pasca-serangan adalah Rinad Zaidan. Dia tengah bermain dengan adiknya, Mohammed, ketika tertimpa puing-puing gedung.

Dari lokasi aman di dekat perbatasan Turki, Rinad yang kepalanya diperban mengisahkan bagaimana dia dan adiknya segera diselamatkan.

Siswa Protes dan Menangis Histeris Guru yang Pukul Murid Dinonaktifkan, Begini Tanggapan Sekolah

"Pertahanan sipil (White Helmets) membawa kami ke rumah sakit. Mereka mengambil pecahan dari pipi serta kepala adik saya," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved