Breaking News:

Korban Tewas Tembus 1.300 Korban, Ini yang Terjadi kepada Jasad Pasien Virus Corona yang Meninggal

Angka kematian akibat virus korona yang kini bernama resmi Covid-19 tembus lebih dari 1.300 orang.

Daily Star
Korban meninggal akibat virus corona. 

TRIBUNPAPUA.COM - Angka kematian akibat Virus Corona yang kini bernama resmi Covid-19 tembus lebih dari 1.300 orang.

Bagaimana otoritas China mengatur terkait pemakaman?

 

Video Pasien Virus Corona dan Perawat Menari Bersama, Hilangkan Atmosfir Mencekam

Dilansir dari Business Insider, sejak 1 Februari lalu, China melarang jenazah korban Virus Corona dikuburkan, sebagai antisipasi penyebaran virus lebih jauh.

Komisi Nasional Kesehatan China (NCH) mengeluarkan aturan yang mewajibkan setiap jenazah harus dikremasi dengan cepat, sederhana, dan tanpa ada upacara perpisahan.

"Tidak ada upacara perpisahan atau kegiatan lainnya yang melibatkan jenazah," tulis pengumuman dari NCH itu.

Masih dalam pedoman NCH, jika seseorang dinyatakan meninggal, maka ada sejumlah langkah yang perlu diambil para staf medis secepat mungkin.

Pertama, staf medis harus menutup rapat-rapat jenazah dan kemudian menyemprotkan disinfektan, serta melarang membuka peti jenazah dengan alasan apapun.

Kedua, staf medis mengurus sertifikat kematian, memberitahukan pihak keluarga, serta menghubungi fasilitasi layanan pemakaman.

Ketiga, mengumpulkan mayat, mengirimkan ke fasilitas pemakaman, langsung mengkremasi jenazah, serta mengeluarkan sertifikat kematian.

Keluarga dan kolega hanya diperbolehkan mengambil abu kremasi tanpa mengikuti prosesnya.

Halaman
1234
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved